ini medan bung..!

Perjalanan ke tanah batak kali ini agak beda. Biasanya saya lebih banyak kegiatan cuma di kantor, sementara kali ini harus muter ke beberapa kantor kecil di seputaran medan, dan itu memberi pengalaman tersendiri.

Pertama datang, saya langsung dibawa untuk makan Gultom, gulai tomat.. gulai ikan yang dimasak tidak dengan santan, tapi dengan tomat. Itu salah satu makanan favorit saya kalau ke medan. Lokasinya… hmmm ga tau, lupa nanya, tapi nanya ke orang medan sepertinya tau dimana gultom yang enak. Ingat istilah gultom, itu salah satu ciri orang medan, suka bikin singkatan, yaaa gultom lah, mataram (manusia tanpa rambut), dan banyak singkatan lainnya yang kadang bikin saya bingung.

Pengalaman kedua adalah masalah traffic lalin. Ampun dj, ga salah orang bilang ‘ini  medan bung..!’, traffic disini sungguh aneh, ga ada yang mau ngalah. Kalau di jakarta orang-orang suka ngasih jalan mobil yang mau belok, mutar arah, atau masuk kedalam traffic yang ada, kalau disini jangan di harap. Kudu extra hati-hati. Belum lagi masalah di lampu merah, ada anekdot, kalau lampu merah jalan terus, kuning ati-ati, hijau berhenti… halah, parah..! Ooo yaa, di medan kalau ada yang bilang ‘pasar’, itu berarti jalan. Mau ke pasar, berarti mau ke jalan, pasar xxxx, itu maksudnya jalan xxxx 🙂

Oleh-oleh, yaaa kalau ke Medan salah satu yang paling menarik adalah oleh-oleh. Beberapa penganan yang suka dibawa dari sini adalah asinan jambu (saya di rekomendasikan buat beli di jalan pasir), trus kue bolu gulung Meranti (dulu banyak yang meragukan ke halalannya, tapi belakangan dengar-dengar udah ada label halalnya), terakhir bika ambon (yang cukup ternama  disini bika ambon zulaikha).Ooo yaa satu lagi, ikan teri medan. Biasanya di beli dalam bentuk mentah, dikemas dengan harga antara 20-40 ribuan. Ngomongin harga, harga semua penganan tersebut relatif murah bagi kantong orang jakarta, makanya karena cukup murah, orang jakarta suka lupa diri kalau udah belanja, ujung-ujungnya tetap aja menyedot duit banyak, seperti saya.. 🙂

Huuh, udah akh, tidur lagi. Ntar siang kudu meninggalkan medan. Gimanapun, perjalanan ke medan selalu menyisakan kenangan indah, dan bagi saya medan tetap kota yang menarik, plus secara orang-orangnya juga disini baik dan ramah, tidak seangker stereotype orang batak sebagai orang yang galak.

Yuuk mari..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s