Revo or Evo

Kemaren sore, ketika jam kantor telah menunjukkan waktunya untuk pulang, saya masih sibuk searching-searching beberapa materi untuk keperluan kantor yang dari beberapa hari ini saya belum dapatkan. Entah kenapa, saya nyasar masuk ke google readers. Saya ingat salah satu posting di tikabanget tentang kebiasaannya baca feed lewat google readers, dan ketika kemaren mampir saya tertarik untuk mencobanya… dan…

boom..!

ternyata memang asik juga [sorry ini aga sedikit ngomong teknis.., tapi jangan di skip membacanya karena topik yang akan saya angkat sebenarnya bukan ini, biasa… intronya selalu lebih panjang dari isinya 😀 ].. asiknya google readers, bagi mereka yang suka baca beberapa artikel atau blog yang ada feed nya seperti blogspot atau wordpress, mending semuanya di collect di google readers, jadi cukup berkunjung ke satu alamat, kita akan bisa baca semua update tulisan terbaru dari blog-blog yang biasa dikunjungi. Biasanya semua feed itu saya taruh di bookmark toolbar-nya firefox, tapi karena lama-lama itu toolbar jadi rame banget, dan menurut saya juga ngabis-ngabisin bandwidth karena tiap connect pasti akan syincronize, akhirnya, saya taruh beberapa blog yang sering update aja, dan sisanya blog-blog yang jarang update saya taruh di google readers. Disitu asyiknya, ga perlu liat blog sana-blog sini, padahal mereka belum update, mending liat google reader aja, cukup satu alamat, dan ketaun siapa yang punya tulisan baru.


Naah, ini cerita sebenarnya..

Tadi ketika buka google readers, saya ketemu satu tulisan. Saya telah lama mengamati tulisan dari teman yang satu ini [kalau boleh saya dianggap sebagai teman.. 🙂 ], seseorang yang sedang menyusun kembali kehidupannya. Saya tidak bisa ngebayangin seperti apa masa lalu teman yang satu ini, seberapa metropolisnya, sehingga ketika dia kembali menata dirinya, kehidupan metropolis benar-benar ditinggalkan dan mencoba hidup sangat islami.. ‘dalam pengertiannya’

Berubah, itu kata yang kadang mudah terucap tapi sulit terlaksana. Saya pernah ketemu beberapa teman seperti ini, salah satunya seperti pernah saya ceritakan disini. Teman yang sebelumnya sebenarnya udah cukup alim, tapi masih sedikit menikmati yang bersifat keduniaan salah satunya dalam hal selera musik, tiba-tiba berubah drastis, semua kaset di erase dan diganti dengan musik nasyid.. (jaman itu belum mewabah CD bajakan).. saya teringat gimana kecewanya saya mengetahui kaset Guns N Roses – Appatite for destruction nya di ditimpa dengan lagu nasyid tanpa terlebih dahulu melunsurkan kaset itu ke saya, dan saya pasti akan gantiin dengan sebuah kaset kosong.

Bagi sebagian orang, mereka sanggup berubah secara radikal, sebagian mereka sukses dan sebagian lainnya yang sempat saya amati, ketika kebentur satu hal yang membuat mereka kecewa, mereka kembali ke kehidupan jahiliyahnya. Ada juga saya liat, mereka berubah radikal tapi tidak memiliki landasan yang kuat terhadap apa yang harus mereka ikuti, sehingga tanpa disadari mereka mengikuti aliran tertentu yang justru menyesatkan mereka.

Bagi saya pribadi, saya menyukai evolusi daripada revolusi. Saya membayangkan seperti orang menaruh kue kering kedalam kaleng, bagi yang melakukan evolusi, mereka akan memasukkan satu per satu sambil menyusunnya, memang butuh waktu lebih lama tapi hasilnya akan terlihat lebih rapi dan compact, sementara saya ngebayangin revolusi itu seperi orang masukin semua kue kedalam kaleng kemudian diguncang-guncang agar dipaksa padat dan muat, memang lebih cepat tapi hasilnya tidak sebaik yang pertama, IMHO.

Satu lagi, mungkin hati ini juga masih kotor kali yaa, sehingga saya tidak bisa berubah dengan meninggalkan semua hura-hura dunia, saya kadang juga berpikir, bagaimana yaa ntar pentanggung jawabannya di akhirat kelat. Baru kemaren ketika di mushalla sehabis shalat ashar saya kepikiran hal tersebut. Apakah kita memang di dunia tidak boleh sedikit bermain, apakah segitu seriusnya dunia ini, dimana semua waktu tidak boleh terbuang sia-sia, harus semuanya dihadapkan untuk tujuan akhirat. Disatu sisi, otak saya berbisik, bukankah Rasulullah saw dulu juga suka menghadiri dan permainan panahan. Mungkin kalau jaman itu udah ada PS, apakah Rasulullah saw dalam keadaan tertentu akan memainkan PS. Otak masih coba meracuni bahwa selama porsi untuk suatu yang bermanfaat lebih banyak, dan selama tidak dimanfaatkan untuk suatu yang menimbulkan kemudaratan, sedikit menggunakan waktu untuk hal kesenangan dunia sekedar penyegar pikiran atau untuk silaturahmi boleh-boleh aja, wallahu’alam.. moga dibukakan pintu kebenaran, Amin.

Iklan

8 thoughts on “Revo or Evo

  1. ada banyak jalan ke Roma kan, Bos?

    Huaaa.. gw juga nangis kalau Gun n Roses ditimpain begitu 😐 Sayang tuh sayang…. hihihihihihihihi 😆

  2. begitu memang asiknya google reader…
    **sambil ngelirik reader yang ndak abis abis dibaca**

    temen sayah dulu ada yang mengharamkan teletubbies.
    sayah kadang bingung, alasan yang dipake kadang terlalu dibikin bikin. katanya muslim diminta positive thinking. yang ada kok malah negative thinking melulu. curigaan sana sini..

  3. Tulisan ini bukan untuk saya kan mas? … bingung karena link ke blog saya, tapi saya suka setiap keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. SEMOGA.

  4. @rindu: Setuju..! berubah untuk menjadi lebih baik moga-moga jadi keinginan setiap orang dan menurut saya Tuhan pun tidak menilai hasil tapi usahanya. Mungkin cara mencapainya aja yang beda-beda. Masalah link dan ditujukan ke siapa, idenya memang setelah baca blog nya Rindu, tapi ini tulisan terbuka, termasuk interpretasinya, semoga tidak ada yang tersinggung 🙂

  5. Aaaa ada Jim 😳
    Piye kabare pak, sudi mampir di padepokan hantu tarok yang adem ayem ini.. *sambil nyelongsor, masuk ke profile ganti @#$% dan clingak-clinguk nyari ‘tanda tangan’..*

    lope yu tu man, hehehe.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s