Penantian panjang

… sehingga apabila datang kematian kepada seorang diantara mereka (yang kafir) ia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (Allah berfirman), “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkatan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan” (QS Al-Mu’minun [23]: 99-100)

Ayat tersebut merupakan ayat tentang alam barzakh yang dalam banyak pengertian disebut sebagai alam kubur. Beberapa waktu yang lalu saya tiba-tiba teringat akan pelajaran SD tentang azab kubur. Nanya-nanya mas Google ga ada jawaban pasti. Tapi keterangan Quraish Shihab pada buku Wawasan Al-Qur’an cukup menjadi gambaran bahwa sesungguhnya dunia kubur tersebut ada, walau masih belum menjawab azab kubur itu ada apa ga.

Terlepas dari ada yang tidak azab kubur, alam barzakh sebagaimana maknanya merupakan alam pemisah antara dunia dan hari akhir. Seperti dikatakan Quraish shihab, masa itu adalah masa penantian, seperti berada diruang kaca dimana bisa melihat kehidupan di dunia dan juga bisa melihat apa yang akan terjadi di akhirat kelak. Bagi mereka yang banyak amalannya, akan dapat melihat sisa amalannya di dunia seperti anak yang shaleh, sementara mereka yang penuh dosa dilihatkan berbagai azab di akhirat kelak seperti pada surat Al-Mu’min [40]: ayat 45-46 berikut;

… Fir’aun beserta kaum (pengikut)-nya dikepung oleh siksa yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan (nanti) pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”

Dinampakkan azab neraka pagi dan petang selama masa penantian menjelang hari kiamat adalah siksaan tidak langsung kepada para pendosa sehingga mereka memohon kepada-Nya untuk dikembalikan ke dunia seperti pada ayat sebelumnya, tetapi semuanya telah terlambat, benar-benar mengerikan.

Semoga kita semua membawa “bekal” yang cukup sehingga alam kubur bukan menjadi tempat penantian panjang yang melelahkan, amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s