Mendadak Bijak

Belum lama ini saya chatting dengan seorang teman, awalnya cuma cerita biasa bag-big-bug.. tapi belakangan teman ini mulai memancing tentang beberapa gosip berkaitan dengan saya (gosip.. kayak artis aja πŸ˜€ ), jarang-jarang teman yang satu ini menanyakan hal itu dengan serius meski dalam bahasa yang santai karena dalam masalah yang satu itu saya dan dia sangat menghargai privasi masing-masing. Karena memang tidak ada yang perlu disembunyikan, akhirnya saya cerita, tidak begitu detil tapi cukup untuk menjawab rasa penasaran teman tersebut. Dan setelah saya rasa semuanya clear, giliran saya yang bertanya dan teman ini menjawab dengan sangat singkat dan bagi saya itu udah cukup, saya tidak akan korek lebih dalam. Satu kata yang saya masih ingat yang saya ungkapkan saat itu adalah ‘ok.. saya ga akan ngasih nasehat macem-macem pren, saya takut mengulang kebiasaan para pendahulu‘ dan teman itupun tersenyum dan dia tau yang saya maksud karena kita emang cukup lama senasib seperjuangan.

Bagian terakhir dari intro diatas adalah sesuatu yang ingin saya bahas. Saya sangat sering bertemu orang-orang yang tiba-tiba menjadi pinter, dan malasnya tiba-tiba menjadi seorang bijak yang merasa pantas menasihati orang lain hanya gara-gara dirinya telah berhasil mendapatkan apa yang orang lain ingin raih. Tiba-tiba dia merasa paling tau, dan dengan sok bijaknya memberi nasehat ke orang lain dengan segala tips-tips basi yang sangat umum di dengar yang saya sendiri sangsi dia lakukan ketika meraih apa yang dia capai saat ini.

Banyak sekali contoh akan hal itu, mulai dari tips dapatin kerjaan sampai masalah asmara.. halah, saya fokus sama yang terakhir aja πŸ™‚ . Sebagai orang yang cukup lama malang melintang di dunia penjombloan, saya sudah cukup kenyang dengan yang namanya nasihat. Kalau semua nasehat tersebut saya tuliskan di blog ini, mungkin quota 50 MB dari wordpress ini akan sangat mudah tercapai, hanya pikiran positif yang masih memasung saya untuk tetap mendengar nasehat itu, pemikiran bahwa mereka itu adalah orang-orang yang care terhadap saya, meski mereka sering lupa bahwa tidak semua nasehat kadang memberi dampak positif, apalagi kalau nasehat tersebut datang disaat suasana hati lagi drop, uuuuu sakitttt… dalam hati teriak ‘lo ga tau gw..!’ atau ‘lo jangan samain semua orang..!’ atau saking kesalnya kadang berteriak ‘enough..!’ meski semuanya didalam hati.

Yaah, semoga saya tidak menjadi orang yang mendadak bijak seperti cerita diatas, semoga.. πŸ˜›

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s