Mereka

……

MrX : dengan siapa ini pak

saya : dengan boy pak..

MrX : Ooo thank Q pak Boy

—–

terus terang saya kaget dengar kata Thank Q diatas. Bagi kita yang ada di kota besar, ga ada yang istimewa dengan ucapan Thank Q tersebut, tapi jika ucapan tersebut berasal dari seseorang di pelosok sumatera utara sana, ucapan tersebut terasa janggal.

Saya jadi kepikiran, apakah ini buah dari kemajuan. Memang kemajuan tidak bisa hanya diukur dari satu ekspresi Thank q, tapi paling tidak budaya tersebut telah tercium oleh orang didesa sana. Emang salah..

Tentu tidak ada yang salah, yang salah mungkin saya. Ketika beberapa hari yang lalu saya sempat baca di salah satu blog tentang dua dunia, sayapun merasa bekerja ditempat sekarang seperti hidup di dua dunia, yaitu dunia dengan budaya kota yang sudah sangat termarjinal, sangat cepat berubah dan sedikit banyak telah terkikis nilai keindonesiaannya. Sementara disisi lain saya hidup di dunia dengan budaya sangat indonesia yang sangat kental, ngedeso, tidak materialistis, dan itu sangat saya menikmati. Keramahan dan keluguan mereka, seperti ‘obat kangen’ akan indonesia 12-20 tahun silam. Dan disitu salahnya saya, saya selalu punya mindset bahwa mereka harusnya seperti a-b-dan c, ketika mereka bilang ‘thank q‘ mereka tidak lagi mereka tapi mereka adalah kita, dunia dimana saya hidup sekarang, dan saya kaget dan seolah tidak ingin kehilangan mereka. Bukan mereka yang sebenarnya berubah, tapi saya yang harus berubah..

*bingung khan*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s