Terpasung Audience

Sekarang udah menunjukkan jam 1:03 AM, ga disebut juga pasti tau yaa karena jam penulisan tercantum di setiap posting. Akh emang garing sekali, dan emang slalu gitu, saya telah menyadari kegaringan saya jauh sebelum orang lain ngomentari.

Jam 12-an tadi sebenarnya udah ngantuk, tapi berhubung hari ini blum sempat buka internet buat nulis atau baca tulisan orang-orang, makanya maksain buka internet. Yaa udah deh, penyakitnya kambuh lagi kalau udah nge-net, susah disconnect.

Baca-baca beberapa blog, baca sebuah lirik lagu di blog teman, uuhhh keduluan saya, teman ini udah nulis duluan lirik lagu yang saya sendiri blum kepikiran. Mungkin karena udah tua kali yaa kalah cepat sama yang muda. Tapi kelebihan yang tua yaa kayak gini, lebih jago ngeles..alasannya ‘sudah tua’, halah. Baca blognya pak Budi tentang perubahan blognya ada benar juga tentang isi blog beliau yang sekarang ini tidak lagi IT minded tapi dimensinya lebih luas, dan menurut saya itu sah-sah saja.. dan memang ga semua orang bisa dibikin happy dengan adanya perubahan, karena emang kita-kita bukan selebritis yang harus berubah ngikutin kemauannya audience, setuju-setuju Pak.

Sama dengan pak Budi, blog ini emang saya coba ngisi dengan dimensi yang sangat luas, tapi tetap ada pembatasan, dan ini agak sedikit berlawanan dengan alasan diatas, yaitu saya sangat mengurangi penulisan yang bersifat teknis, karena yang saya tau orang-orang pada males baca yang berkesan teknis. Naah disini ketidak konsistenan saya, disatu sisi bilang ga mau kayak selebritis terkekang oleh keinginan audience, sisi lain justru ga mau nulis karena takut audience nya males baca. Akh, namanya juga manusia, ga ada satupun yang benar-benar konsisten, sedikit banyak teracuni dengan yang namanya fleksibel (baca fleksibel harus dalam logat jawa biar lebih afdhal, afdhal nya juga harus dalam intonasi jawa, dhal nya dibaca tebal sehingga kedengaran  afdhol, halah sampai ginian dibahas.. garing-garing… tutup, jangan baca lagi hehehe )

Naah, satu lagi yang saya ga bisa tulis, bukan karena keinginan pembaca, tapi lebih karena emang saya nya gak punya bakat nulis ginian. Apa itu, yaitu Puisi. Akh, yang satu ini nyerah deh. Ada anggapan dalam hati, co yang bisa bikin puisi biasanya lebih melow, benar ga yaaa.. apa prasaan saya aja. Tapi bukan karena itu saya ga bisa nulis, karena emang ga bisa aja… Dengan segala keterbatasan itu, akhirnya yaa saya terpaksa hunting puisi agar bisa di posting disini biar blog ini tetap terkesan kaya dimensi.

Dakh akh, tidur..

*tulisan yang benar-benar ga mutu*

Iklan

3 thoughts on “Terpasung Audience

  1. Gak bisa menulis puisi? Sama seperti saya, tetapi ternyata ini bisa dipelajari.

    (Kemarin di acara training blogger saya ceritakan salah satu rahasia saya.) Dalam satu tahun kemarin 2007, saya *BELAJAR* untuk membuat puisi. Ceritanya, tahun-tahun sebelumnya, saya ingin mengarang lagu. Melodi sudah didapatkan tapi lirik tidak bisa ditulis. Susaaaah bener. Akhirnya saya duga ini disebabkan karena saya tidak bisa membuat puisi. Jadi tahun 2007 saya putuskan untuk belajar menulis puisi. Coba lihat tulisan saya di tahun 2007, dimulai dengan puisi yang seadanya … sampai kemudian agak bagusan.

    Akhirnya, tahun 2007 saya bisa menulis puisi! Jadi Anda juga bisa, kalau mau.

    Lucunya, setelah bisa nulis puisi dan bisa nyari melodi lagu … saya berpikiran tinggal disatukan. Ternyata … tidak bisa. ha ha ha. Kacau. Musik ke arah sana, lirik ke arah sini. Jadi saya masih dalam mode belajar. Salah asumsi saya kalau bisa nulis puisi lantas saya sudah bisa nulis lagu. hik hik hik. Belajar lagi …

  2. @ Bertoez: ga harus bermutu kok buat jadi pertamax hehehe

    @ Pak BR: Makasih Pak buat masukannya, saya akan coba dey, siapa tau kelak saya bisa kayak Gus Mus yang puisinya suka menyentuh, atau seorang dewiq yang lirik lagunya ditunggu banyak artis, halah 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s