Air

Lagi-lagi, selalu saja ada yang menarik di Kick Andy. Menurut saya, ini satu-satunya acara talk show local yang bisa disejajarkan seperti Oprah W show, benar-benar sarat makna. Salut buat team yang bisa menghadirkan bintang tamu dari berbagai kalangan, dari seorang Aa Gym sampai Hercules, dari Xanana Gusmao sampai Kolonel Alfredo, Habibie sampai Prabowo, yang saya penasaran kok belum ngundang keluarga Soeharto yaaa, sepertinya mereka juga perlu dihadirkan karena selama ini kita melihat sejarah yang ingin dimunculkan diacara tersebut dari sisi sekitar Soeharto belum benar-benar orang paling dekat yaitu keluarga sendiri. Satu lagi yang penasaran adalah tokoh Tommy Winata, yang satu ini menurut saya sama controversialnya denga seorang Hercules, dan saya juga pengen sisi yang selama ini ga diketahui orang tentang TW dapat diungkap seperti halnya Kick Andy dapat mengungkap sisi Putih Hercules yang selama ini selalu disorot sisi hitamnya saja.

Oo yaa, satu yang menarik dari Kick Andy barusan adalah ketika Lenny Wongso istri sang motivator Andrie Wongso bercerita tentang perkenalannya dengan Andrie. Salah satu daya tarik yang menyebabkan dia tertarik sama Andrie yang katanya dari strata pendidikan formal tidak ada menarik-menariknya karena SD aja ga tamat adalah bahwa kemampuan dia survive seperti air. Saya tertarik filosofi ini, hidup seperti air, hmm.. tidak semua orang bisa menerapkan itu dalam hidupnya, dan Andrie Wongso adalah salah-satu yang bisa. Bagaimana di cerita tentang pengalaman dia mulai dari penjaja kue setelah tidak bisa melanjutkan SD karena gestapu, jadi guru kungsu, ikut main film di Hongkong sampai sekarang bermuara menjadi seorang motivator. Dan waktu itu seperti air yang selalu mencari celah untuk diisi, hidup seorang Andrie Wongso adalah untuk selalu mendapatkan celah-celah tersebut, bukan untuk memperoleh kekayaan tapi hanya sekedar untuk survive. Dengan filosifi hidup seperti itu jugalah yang menyebabkan dia menjadi motivator seperti sekarang, karena melihat itu sebagai peluang. Dan yang istimewa adalah bahwa apa yang diucapkannya ketika memotivasi orang bukan suatu bualan kosong, tapi suatu kebijakan yang tercipta dari pengalaman hidup yang telah dilaluinya. Satu yang agak sedikit mengganggu adalah masalah sukses. Sepertinya bagi seorang Andrie Wongso sukses itu berkaitan dengan pencapaian dalam meraih materi, dan ini rata-rata pendapat para motivator lainnya, berbeda dengan sukses dalam hidup dalam pandangan Islam, jadi itu yang bikin saya tetap ga minat dengerin presentasi para motivator-motivator tersebut  🙂

Ingat kebijakan, saya selalu ingat para tetua di bukittinggi sana, yaa nenek begitu juga paman.. keduanya menurut saya adalah orang-orang bijak, dan kebijakan mereka semuanya didasari karena pengalaman hidup. Yang saya heran, dalam kondisi marahpun, mereka itu masih bisa mengeluarkan statement yang sangat bijak. Ada satu pesan si nenek ketika belum lama ini saya pulang yang sangat berkesan, tapi tidak bisa saya share disini karena sangat bersifat pribadi, tapi satu yang saya tangkap dari pesan tersebut bahwa seorang bijak mengeluarkan suatu nasehat bijak biasanya sangat orosinil, murni keluar dari kepalanya karena didasari pengalaman hidup, tidak seperti ceramah agama yang sifatnya berulang-ulang seperti pengajiannya Aa Gym (ga ada yang salah dengan ceramah agama, takut ada yang tersinggung 🙂 ). Akh ingat si nenek jadi pengen mudik lagi, pengen dengar petuah-petuah beliau.. ada yang mau nemanin 😀

Belum tidur kok udah ngelindur.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s