In Memorial

Syukurlah, akhirnya beliau wafat. Bukan syukur yang jelek, tapi melihat penderitaan beliau selama sakit, belum lagi orang-orang yang masih tega meributkan masalah kesalahan yang beliau lakukan selama hidupnya, pilihan meninggal adalah jalan terbaik yang diberikan oleh yang Diatas, biar kita semua diam, kita semua sejenak berbicara yang baik tentang dirinya, mengenang semua jasa-jasanya.

Saya termasuk orang yang awal mengetahui kondisi beliau kembali kritis ketika tadi di motor waktu ngantar si adik ke Blok M, si adik yang wartawan cerita bahwa dia barusan dapat informasi dari sesama wartawan bahwa beliau kembali kritis. Dipikiran terlintas, tapi ga sempat terucap ke adik bahwa ini mungkin yang terakhir, ternyata benar. Pas abis nulis blog Mitos – ular tadi, adik ce nelpon nanyain apakah si adik yang tadi di antar, jadi berangkat buat liputan ‘anti korupsi’ ke Bali karena Pak Harto meninggal. Coba di telpon sepertinya si adik sudah di pesawat dan telponnya sudah tidak aktif. Bagi seorang wartawan, ini moment yang paling sayang untuk dilewatkan, tapi disisi lain itu bakal menjadi saat-saat paling melelahkan. Saya masih ingat si adik 2 hari tidur di trotoar RSPP nungguin perkembangan kesehatan Soeharto, dan emang udah jalannya, di saat seperti ini justru dia dapat liputan yang mengenakkan ke Bali, walau secara profesi dia melewatkan salah satu moment paling besar dalam sejarah negeri ini.

Ooo yaaa kenangan langsung saya dengan almarhum, boleh dibilang ga ada yaaa, emang saya Setiawan Djodi yang kenal dekat beliau ๐Ÿ˜€ . Kenangan ga langsung yang saya ingat, gimana selama sekolah dari TK sampai SMA foto Presiden di ruang kelas ga pernah berubah, yang selalu berubah-ubah cuma foto wakilnya aja hehehe.. Kenangan lainnya, saya termasuk orang yang makan berasnya bulog hasil ketahanan pangan Soeharto. Karena anak pegawai negeri kita selalu dapat jatah beras, naah beras yang dikasih adalah beras yang telah berbulan-bulan di gudang bulog, beras yang dijaman Soeharto emang dijadiin sebagai beras cadangan kalau terjadi kelangkaan beras. Naah beras yang berbulan-bulan digudang itu nanti yang diberikan ke pegawai negeri, kebayangkan seberapa banyak kumbangnya, seberapa sabarnya di ibu di rumah bersih-bersihin sebelum di makan. Walau begitudari beras itu saya tumbuh-kembang sebagai anak yang berbakti kepada negara seperti sekarang, halah.. ๐Ÿ˜€

Selebihnya ga ada, saya dari dulu bukan penentang dan juga bukan pendukung, golput, makanya demo ’98 juga ga ikut.. paling nonton Jadug aja kalau lagi pementasan di kanpus, dalam rangkaian demo reformasi.

SLAMAT JALAN BAPAK PEMBANGUNAN.. DIATAS SEMUA KEKURANGANMU, BANYAK KEBAIKAN YANG TELAH DIRIMU BERIKAN UNTUK NEGERI INI, DAN SEMOGA ITU LEBIH BESAR DARIPADA KEKURANGANMU DAN CUKUP SEBAGAI BEKAL MENDAPAT TEMPAT TERBAIK DISISI-NYA, AMIN

Iklan

One thought on “In Memorial

  1. Saya juga tidak ada hubungannya dengan politik dan saya juga tidak pro atau kontra dengan Beliau (alm).
    Saya hanya mau memberikan tulisan ini untuk dibaca kepada khalayak umum:
    Bahwasanya setiap insan mempunyai dosa baik dari lahir maupun sepanjang hidupnya maka selayaknyalah kita saling memaafkan maka mungkin akan memperingan kita jika menemuiNya saat ajal kita tiba jua.
    Selain itu saya rasa tidak ada pemimpin pada zaman beliau (alm) yang mempunyai fisi sejauh beliau, karena beliau jauh melihat kedepan (diluar konteks judgment thd kesalahan beliau).
    Pada masa itu mana ada Putra bangsa yang dapat melihat jauh kedepan tentang fisi idealnya bangsa merdeka dapat ikut berkecimpung dalam perkembangan jaman (khususnya dibidang teknologi) yang mendahulukan swasembada pangan istilah awam jika perut sudah kenyang kita baru dapat berpikir, bekerja dengan baik.
    Semua ide-ide beliau (alm) adalah brilliant untuk seorang pemimpin semasanya yang tidak mengecap pendidikan tinggi.
    Tangan besi terkadang memeang diperlukan untuk membentuk karakter bangsa, janganlah karena kita telah pintar menjadi durhaka, perkembangan zaman tidak terelakan dan sejarah pasti bergulir, mari kita ingat kembali siapa Bapak Pembangunan kita.
    Pada akhirnya hanyalah Tuhan yang boleh memberikan dakwaan diakhirat sana, baiknya kita memaafkan apa yang telah diperbuat beliau (alm) toh kitapun tidak luput dari dakwaanNya pada akhir hayat kita nanti.
    Semoga arwahnya (alm) dengan tenang diterima disisi YME.
    amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s