Motoa

Uhh.. gini niy kalau kebangun dalam dua daerah waktu yang beda. Tapi pas bangun, liat jam di hape nunjukin udah pukul 2.18, otak mikirnya itu waktu Jayapura. Udah, karena masih dinihari, lumayan dapat tahajjud, bangun wudhu dan shalat. Ketika shalat, kok sepertinya dengar kayak suara orang lagi ngaji atau adzan, dalam hati mikir ooo mungkin salah dengar. Setelah selesai shalat sunnah, nonton tivi sebentar, trus liat lagi ke jam tangan, ups, kok di jam udah jam 5.15.. waduh, berarti yang diliat di hape tadi waktu Jakarta, weleh-weleh brarti tadi kebangun emang udah subuh.

Sebenarnya bingung mau nulis apa, tapi berhubung lagi nunggu si iPod di charge, udah nulis apa aja lah, yang penting ngetik. Ooo yaaa, ntar siang bakal balik ke Jakarta, brangkat jam 2 waktu sini, kalau menurut jadwal resminya itu butuh waktu 6 jam, Jayapura – Makassar 3.20 menit, transit 30 menit, trus lanjut Makassar – Jakarta 2 jam. Itu normal time, berarti sampai jakarta jam 8 sore waktu sini, atau jam 6 sore waktu jakarta. Yaa, moga-moga dey ga delay.

Hal yang berkesan di sini, hmmm semalam.. makan kakap merah bakar dikasi bumbu rica-rica.. hmmm yamie, uenak banget. Baru semalam saya yang namanya makan ikan, makannya sampai benar-benar abis, trus bumbu yang masih nempel di ikan di korek-korek untuk dimakan, benar-benar eunaak..

Kesan lainnya, orang sini baek-baek. Ga tau yaaa, prasaan orang-orang Indonesia timur ini baek-baek yaaa, dulu juga pas ke makassar juga baik-baik. Mau jalan-jalan yang pasti ga sempat. Sebenarnya tujuan wisata paling dekat yaaa danau Sintani, karena bandara Sintani persis berada disamping danau. Danaunya gede banget, diapit bukit-bukit. Kemaren pas mau mendarat mikir, bandaranya mana yaaa, yang keliatan sekeliling semuanya bukit-bukit.. Pas udah dekat banget baru keliatan, ooo ada dataran juga, dan disitulah dibangun bandara.

Mau jalan ke perbatasan, hmmm ga sempat, padahal cuma 1.5 jam dari Jayapura. Ooo yaa jayapura itu kalau ga salah di peta disisi utara Irian Barat, lokasi yang menarik disini selain Danau sentani dan jayapura, orang suka ke Merauke yang jaraknya dari Jayapura butuh waktu 55 menit perjalanan udara, menuju sisi selatan Irian. Lokasi lainnya yaitu Wamena. Sama dengan ke Merauke, Wamena juga harus ditempuh dengan jalur udara. Kontur Irian yang berbukit-bukit semuanya harus ditempuh dengan naik pesawat, dan malesnya tiketnya ga murah, seperti ke Merauke itu tiketnya 800 ribuan. Di Wamena biasanya buat ngeliat suku asli irian yang kebanyakan disitu masih pake koteka, yang ibu-ibu hayoo ada yang minat 😀 Selain itu juga bisa ke Biak, sisi barat, daerah kepala burung. Katanya disitu masih banyak banker sisa peninggalan sekutu ketika dulu menyerang jepang pada PD II, pernah liat film Think Red Line, naah itu mengisahkan perjuangan tentara Sekutu dalam merebut Irian.

Apa lagi yaaa, pengen nyari buah Motoa, buah khas Jayapura. katanya bentuknya bentuknya seperti Mangga tapi isi dan rasanya buah Lengkeng. Tapi sayangnya sekarang lagi ga musim. Ada satu yang lucu dari cara orang sini panen Motoa adalah kalau yang namanya panen itu bukannya di petik, tapi pohonnya ditembang, sehingga kalau mau panen lagi, kudu ditanam lagi dan tunggu batangnya gede 5-10 taun, hihihi emang aneh, mungkin karena biasa hidup berpindah kali yaa, jadi ga pernah mikir untuk metik, toh setelah ditebang ditinggal pindah, dan ntar nyari lagi ke hutan lainnya.

Daaah akh, dah jam 6, coba tidur lagi.. deee… c u next monday.. (besok status masih perjalanan dinas jadi bisa libur, kamis libur, jum’at cuti bersama, yamie, full 5 hari libur) 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s