Motivator

Pernah nonton Kick Andy di Metro ketika membahas buku Laskar Pelangi. Saya sendiri ga tau isi buku Laskar pelangi tersebut karena belum sempat baca, sama halnya dengan buku Traveller Tale yang cukup monumental dalam penerbitan buku pengarang lokal. Yang menarik bagi saya pada Kick Andy edisi tersebut adalah ketika Gede Prama ngasih komentar. Dalam komentarnya dia bercerita tentang awal dia jadi penulis. Beliau mengatakan, waktu itu dia mikir apa yang bisa dia perbuat buat orang di sekitar, dan yang dia tau hanyalah dia bisa menulis. Sejak itu beliau serius menjadi motivator melalui tulisan-tulisannya.

Kenapa saya mengangkat cerita ini, lebih karena kemarin saya liat video-video Steve Jobs, boss nya Apple. Dalam sebuah video, saya ga tau itu liputan tentang apa, yang pasti seputar entrepreneur, ditunjukkan bagaimana seorang Steve Jobs memotivasi teamnya bagaimana menciptakan suatu produk yang sesuai dengan pasar, tapi juga punya tujuan mulia yaitu targetnya untuk dunia pendidikan. Melihat video itu saya jadi teringat Gede Prama, ada yang beda dari kedua orang tersebut adalah yang satu cuma penulis untuk motivator, yang satunya lagi adalah motivator dalam praktek sebenarnya, dalam dunia nyata. Kalau ditanya saya milih yang mana, tentu saya milih Steve Jobs, karena dia bukan cuma bisa bicara, tapi bisa membuktikan, sementara Gede Prama hanya bisa bicara, dan tidak pernah membuktikan apa yang dia ucapkan dalam dunia nyata.

Saya sempat dengar komentar miring orang-orang tentang Gede Prama dan para motivator lainnya yang buku-bukunya sangat banyak kita temukan di toko buku, belum lagi berbagai kelas tidak hanya untuk kalangan eksekutif tapi tidak jarang untuk level korporat. Kata-kata miring yang mempermasalahkan tentang pembuktian mereka akan ucapan mereka. Dulu ada juga cerita tentang seorang ‘pakar ekonomi dan marketing’ yang sangat populer dan pernah punya acara sendiri di tv, diberi kepercayaan dalam pengelolaan beberapa perusahaan dan coba create usaha sendiri, dan ternyata semuanya brantakan. Dengan alasan tersebut, beberapa orang meragukan apa kemampuan para motivator tersebut.

Terlepas dari semua itu, menurut saya kita tetap butuh seorang Gede Prama, karena banyak orang yang telah berhasil berubah menjadi baik melalui tulisannya. Masih di acara Kick Andy tersebut juga Gede Prama sempat cerita seorang anak yang nelpon dia yang mengatakan bahwa orangtuanya gagal bercerai setelah mendengar suatu dialog Gede Prama di radio ketika kedua orangtuanya dalam perjalanan menuju pengadilan agama dalam sidang perceraian. Demikianlah, setiap orang mungkin diberi suatu anugerah yang dititipkan oleh Tuhan lewat ucapannya, mungkin lewat otaknya, dan beruntunglah mereka yang memiliki semuanya, otak, kemampuan komunikasi dan suatu karya sebagai wujud nyata.

Dimanakah kita sekarang, tidak perlu berkecil hati, sebarkanlah suatu kebaikan melalui apa yang kita miliki walaupun itu sangat kecil pengaruhnya, mungkin hanya bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitarnya atau mungkin negara dan kemanusiaan.. halah kok saya ngomongnya jadi kayak Gede prama yaaa.. blog ini mungkin salah satu wujud sumbangsih saya sama dunia… halah, begini niy tulisan kalau udah mulai ngantuk.. ngawuurr… met bobo’ ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s