Jeng Tiara

“Marriage is when destiny meets choice”

Ungkapan yang bagus yaaa, jadi terharu.. tapi kapaaaan..?? hikhikhikk.. Ungkapan diatas saya dapat dari blognya Tiara Lestari. Lo kok malem-malem clinga-clinguk liat blog Tiara Lestari, huusss jangan pikir saya punya fiktor, bukan..!! (dikit boleh khan.. plis..! ^^) Mampir lebih pada penasaran karena kemaren ngomongin masalah blog sama adik, adik cerita bahwa teman-temannya dia yang wartawan bilang bahwa blog si Tiara bagus buat dapetin pola pikir seseorang yang pernah melanglang buana jauh ke negeri orang, yaaa udah tadi mampir liat-liat dan ketemu ungkapan diatas.

Tapi disini saya ga ngomongin masalah marriage, terlalu nyakitin hehehe.. Yang akan saya omongin masalah pulang. Makna pulang ini bisa macem-macem tergantung pada konteksnya. Bukankah di blog ini saya dulu juga sempat nulis masalah pulang dalam konteks religi dengan judul yang sama. Disini saya akan melihat dalam makna yang lebih luas.

Secara umum, makna pulang dapat diartikan sebagai kembali ke titik awal. Sebenarnya pulang memiliki makna filosofis yang dalam, sepertinya yang Diatas menanamkan ke setiap kita untuk selalu ingat pulang. Bukan cuma pulang dalam artian ingat akan mati, tapi makna pulang lebih kepada pengingat, seseorang yang selalu ingat pulang, dia akan selalu terjaga dan terpelihara untuk tetap berada di jalan yang mulia karena pada hakikatnya semua titik awal adalah suatu yang baik, bersih, mulia dan disanalah sebenarnya terdapat kebahagiaan yang hakiki. Kenapa habis kerja kita selalu bercapek-capek pulang kerumah, karena disanakah sebenarnya tempat paling membahagiaan dalam kehidupan kita. Sejelek-jelek apapun rumah, tapi kita tetep merindukannya, yaaa kan.. home sweet home istilah kerennya (keren ga siy, kalau saya yang ngomong terdengarnya keren, kalau situ siy ga, hihihi). Ngapain orang-orang pada suka mudik, lebih karena disanalah titik awal mereka dan mereka selalu rindu untuk kembali. Bagitu juga dalam hal religi setiap kita dilahirkan dalam keadaan suci, dan jika kita selalu ‘mengingat’ akan hal itu, kita akan selalu berusaha kembali, selalu untuk menjaga kesucian. Kembali, ketika kita ‘ingat’ disaat itulah sebenarnya kita telah ‘kembali pulang’.

“… being a model, for me is a temporary thing. I ultimately want to be a mother. I want the simple things like having a family and kids… lots of them.”

Ketika seorang Tiara Lestari ingat untuk menjadi seorang ibu, disaat itulah sebenarnya dia telah ‘kembali pulang’. ‘Pulang’ dalam kontek seorang Tiara Lestari, be a mother.. having a family and kids.

Ketika beberapa tahun yang lalu saya punya sedikit uang lebih, hal yang pertama yang saya lakukan adalah memperbaiki rumah di Bukittinggi sana, kenapa.., karena saya sempat bilang ke seorang teman bahwa suatu saat saya ingin pulang, dan kesanalah, dikampung nan jauah di mato itulah tempat saya kembali. Karena dari sana saya bisa mengingat semua yang telah dilalui.. halah gaya.. Ada yang mau nemanin.. ‘stay with me while we grow old’ begitu kata lagu Lovin’ You – Minnie Ripelton..slalu dey ngubungin kesitu hihihi..

Bagaimana dengan anda, apakah telah punya tempat untuk pulang, atau mau pulang bareng ..hahah ..teteeeepp..^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s