Tour de Bukittinggi



Melihat kota kelahiran Bukittinggi setiap mudik sepertinya selalu meninggalkan kenangan dan harapan terhadap kota ini. Bagaimana tidak, ada kebanggaan akan kota yang memiliki landscape yang sangat indah. Sesuai dengan namanya, Bukittinggi merupakan gabungan dari dua kata Bukit dan tinggi, yaitu kota yang terbentuk dari beberapa bukit, sehingga otomatis landscape nya sendiri cendrung tidak flat tapi berupa bukit-bukit. Jam gadang sendiri sebagai ikon kota Bukittinggi merupakan titik 0 kilometer, pusat kota dan pasti berada pada salah satu puncak dari salah satu gugusan bukit. Walau bukan berada pada puncak paling tinggi dari gugusan bukit tersebut, lokasi jam Gadang berada pada puncak bukit yang memiliki view paling bagus untuk melihat sisi kota bukittinggi khususnya yang berhadapan langsung dengan 2 gunung yang mengapit kota bukittinggi yaitu gunung merapi dan singgalang. Kondisi alam yang berbukit, dan ketinggian kota yaitu 930 m diatas permukaan laut menyebabkan Bukittinggi menjadi kota dengan suhu yang sangat dingin untuk orang yang hidup di daerah tropis karena pada saat tertentu suhu udara bisa mencapai 16-24 derajat celcius. Makanya mandi pagi di Bukittinggi merupakan hal yang menyiksa karena dinginnya minta ampun.

Sebagai sebuah kota, sebenarnya Bukittinggi boleh dianggap sebagai sebuah kota yang komplit bagi mereka yang mengerti akan sebuah kota yang manusiawi seperti terdapatnya taman hijau dan taman bermain, dan semua itu ada di kota ini ditambah dengan alam yang indah, seperti saya utarakan diatas. Selain landscape yang berbukit, kota ini juga diperindah dengan adanya lembah dalam yang dalam bahasa minang nya disebut ngarai yang berada di tengah-tengah kota, yaitu ngarai Sianok yang membentang dari arah gunung singgalang. Dengan alasan ini juga, makanya pemerintahan Hindia Belanda menjadikan Bukittinggi sebagai pusat pemerintahan untuk wilayah Sumatra, dan dengan itu Belanda mulai membentuk dan melengkapi kota ini misalnya dengan taman seperti taman seputar jam gadang, dan Zoo (kebun binatang). Tidak lupa juga sebagai pusat pemerintahan, Belanda membangun sebuah benteng pertahanan yang didirikan pada zaman gubernur jendral Hendrik Merkus De Cock sehingga diberi nama Fort De Cock yaitu pada masa perjangan Perang Paderi tahun 1826. Semua peninggalan tersebut saat ini menjadi object wisata dan area bermain yang baik bagi warga Bukittinggi dan warga daerah sekitarnya.

Selain itu Bukittinggi adalah pusat ekonomi bagi daerah sekelilingnya, mulai dari kabupaten Agam sebagai kabupaten yang melingkari kota bukittinggi, kabupaten yang memiliki alam yang subuh sehingga menghasilkan kekayaan alam seperti padi, sayur-sayuran serta memiliki pusat kerajinan seperti kerajinan tenun dan perak. Tidak cuma kabupaten Agam, banyak kota dan kabupaten lain menggantungkan perekonomiannya pada pergerakan ekonomi Bukittinggi. Dengan kondisi seperti itu Bukittinggi adalah pusat oleh-oleh bagi wisatawan untuk penganan dan produk kerajinan meskipun semua itu bukan asli Bukittinggi.


Satu kelemahan dan selalu menjadi ciri pemerintahan Indonesia adalah masalah perawatan terhadap object bersejarah tersebut. Lihat saja jam Gadang, walau sempat beberapa tahun lalu di pugar dan di tata ulang lingkungannya saat ini kembali sembrawut dan terlihat kumuh. Selain itu juga penataan lingkungan untuk object-object wisata tersebut juga tidak mendukung keindahan object wisata sebagai point of interest. Lihat saja betapa banyak toko-toko darurat seputar jam gadang, atau ruko-ruko di jalan-jalan protokol lainnya yang merusak keindahan kota. Belum lagi kesembrawutan sistem transportasi kota sehingga kalau lebaran kayak sekarang, Bukittinggi benar-benar seperti Jakarta, muaceet banget.

Berikut sedikit gambaran untuk mereka pengen melancong ke Bukittinggi, anda cukup spare waktu 3 hari di Bukittinggi dengan rute perjalanan sebagai berikut;
1. Nginap di Hotel Novotel. Lokasi hotel persis disamping jam gadang dengan view yang pasti bisa melihat sekeliling kota bukittinggi khususnya ngarai sianok. Keistimewaan lain, dengan meginap di hotel ini, anda akan bisa mencapai semua object wisata kota bukittinggi dan berbelanja cukup dengan berjalan kaki.
2. Pagi-pagi bisa joging atau sekedar menghirup segarnya udara pagi di taman yang ada disekeliling jam gadang.
3. Siangnya hari pertama cocoknya jalan-jalan ke Kebon binatang, lihat harimau sumatera atau singa dan beberapa binatang lainnya dan dari kebun binatang menyeberang lewat jembatan Limpapeh ke Benteng Fort De Cock untuk menikmati segarnya udara di taman atau sekedar berjalan-jalan menikmati segarnya udara.
4. Akhiri perjalanan hari pertama dengan makan nasi Kapau atau Cendol duren di food court yang dinamakan Los Lambuang (Lambuang = perut), suatu pusat jajanan makanan yang berada di sisi bukit yaitu antara pasar atas yang berada di samping jam gadang dengan pasar bawah yang berada di kaki bukit jam Gadang.
5. Rencanakan hari kedua untuk melakukan perjalanan yang agak jauh yaitu menelusuri gua Jepang, gua peninggalan zaman jaman Jepang yang berada di sisi Ngarai Sianok. Kemudian lakukan perjalanan menelusuri ngarai Sianok. Ini mungkin memakan waktu satu harian, tapi cukup mengasyikkan karena merupakan wisata alam bebas yaitu dengan menuruni Ngarai Sianok sampai ke dasar lembah kemudian lakukan perjalanan menelusuri aliran sungai kecil yang berada di dasar lembah. Jangan lupa untuk mengetahui route perjalanan, khususnya untuk route balik, jangan sampai tersesat karena bagaimanapun dasar lembah adalah wilayah alam liar dimana ular, biawak dan mungkin harimau sumatera atau binatang alam liar lainnya masih eksis disana. Sebaiknya ambil tour guide kalau anda agak ragu atau tidak cukup punya nyali menjelajahi alam liar. Perlu diingat, karena anda berada di dasar lembah, kondisi cuaca sangat berpengaruh. Hindari perjalanan disaat musim hujan karena banyak sisi lembah yang longsor dan juga menyebabkan debit air sungai di dasar lembah menjadi tinggi khususnya jika terjadi curah hujan tinggi di wilayah hulu.
6. Hari ketiga adalah hari buat nyari oleh-oleh mulai dari kerajinan dan penganan, serta wisata kuliner lainnya seperti makan soto padang Haji Minah yang berada di sisi selatan pasar atas tepatnya dekat janjang ampek-puluah (tangga 40). Atau makan ketupak Kapau lagi-lagi di Los lambuang, atau ‘pisang kapik’, pisang dengan tipe tertentu yang di apit, kemudian di bakar, dan setelah itu dilumuri sejenis kelapa parut yang telah dikasih gula aren. Atau pengen bakso yang enak, dengan sewa sekitar 15-25 ribu anda dapat menyewa Bendi (andong) didepan jam gadang, dan bilang ke kusirnya untuk mengantarkan anda ke Mieso Yarsi, demikian biasa dipanggil, pedagang bakso yang berjualan bakso disamping rumah sakit Yarsi. Walau bukan asli dari padang tapi dari Jawa Tengah, tapi Mie Bakso Yarsi ini mempunyai rasa yang unik dengan sambal yang sangat pedes sesuai selera orang Minang yang suka pedas.

Bagi anda yang masih punya spare waktu liburan lebih, anda bisa kunjungi Danau Maninjau kira-kira 1 jam perjalanan dari Bukittinggi, atau ke air mancur lembah Anai. Air mancurnya sendiri tidak begitu istimewa, tapi perjalanan ke menuju kawasan air mancur tersebut yang indah, sangat enak dinikmati.

Beberapa saran buat pemkot Bukittinggi;
1. Lakukan penataan ulang kota. Jadikan kembali Bukittinggi sebagai kota Wisata yang benar-benar mengedepankan apa yang menjadi object wisata, tidak cuma wisata alam, tapi juga wisata belanja khususnya makanan tradisional dan kerajinan. Keindahan kota adalah kunci utama. Penataan ulang seperti ruko, bangunan toko-toko darurat, pedagang kaki lima adalah hal yang mendesak. Mungkin bisa dirintis kerjasamana dengan negara-negara Eropa seperti Belanda dalam membantu penataan kota.
2. Lakukan perawatan terhadap object wisata yang ada seperti Jam gadang dan taman disekelilingnya, Kebun Binatang (penataan lingkungan, kebersihan, perawatan hewan dan penambahan variasi hewan yang ada), Lubang jepang, Panorama dan ngarai sianok dan object wisata lainnya.
3. Pembenahan sistem transportasi kota sehingga kemacetan karena peningkatan kendaraan tidak menyebabkan kemacetan seperti selalu terjadi misalnya disaat lebaran. Salah satu yang perlu dipikirkan adalah masalah area parkir dimana perlu dipikirkan untuk pembangunan area parkir vertikal berupa gedung parkir berapa lantai karena keterbatasan dan mahalnya lahan. Dengan adanya gedung parkir yang dapat memuat ratusan atau mungkin ribuan mobil kemacetan gara-gara badan jalan yang digunakan untuk area parkir tidak terjadi lagi. Perlu juga dipikirkan sistem transportasi umum yang bernuansa wisata seperti seperti city train ataupun monoril tanpa meninggalkan moda transportasi wisata yang ada seperti Bendi (andong).
4. Ransang dan perbanyak kegiatan berkesenian dan lakukan promosi wisata dengan bekerjasama dengan biro-biro wisata besar nasional atau internasional.
5. Perlu dipikirkan kerjasama dengan kalangan akademisi dan pengusaha dalam penciptaan produk seni dan kerajinan yang lebih variatif tapi tetap bernuansa asli minang sehingga dapat menghindari kebosanan akan suatu produk yang monoton.

Dengan usulan tersebut, siapa tahu beberapa tahun kedepan saya terpilih jadi walikota Bukittinggi, halah ^^

Iklan

8 thoughts on “Tour de Bukittinggi

  1. tulisan-nya sangat menarik…kebetulan saya sempat mengunjungi Bukittinggi February kemarin dan cukup puas walaupun cuman semalam nginep di (previously) Novotel…blom sempet ke Ngarai Sianok tapi sempet ngintip dr jendela kamar hotel…

    menurut saya Bukittinggi sudah cukup bersih dan tertata dgn rapi…yah, mirip Bandung waktu tahun 90-an sebelum ada expansi besar2an dr orang2 Jakarta…hehehe…pengen rasanya Bandung niru Bukittinggi…

    biasa-nya event apa yg di-adakan di Bukittinggi…? apakah ada event yg skala-nya nasional…?

    tulisan ini saya link ke tulisan saya di http://visit-indonesia-euy.blogspot.com sebagai salah satu referensi saya dalam menulis…

  2. Saya sudah lama tidak berkunjung ke Bukit Tinggi, terakhir sekali adalah sewaktu MUBES Gebu Minang tahun 2000 yang diadakan di Gedung Bung Hatta “dakek Jam Gadang”. Masih ingat sewaktu saya masih kecil (tahun 70-an – 80 an), Bukit Tinggi adalah daerah tujuan untuk merayakan hari Raya khusunya pada hari raya ke dua. Naik oto “Sanjai” dari Payakumbuh (sekitar 33 km), daerah utama yang dikunjungi kebun binatang, Benteng Fort de Kock, Ngarai, Lubang Japang, Pasa Ateh, Pasa Bawah, taruih ka Aua Tajungkang, pulang ka Payakumbuah. Tentunya tidak lupa mencicipi setiap makanan yang diperjual belikan khas Minangkabau : Nasi Kapau, dll.
    Pokoknya Bukit Kota yang indah, sejuk, dengan pemandangan alam yang luar biasa.

    Wassalam,
    R.Pitopang

  3. Numpang jualan yahh, kalo mau ke BUkittinggi / padang, bisa hubungi kita kok, kita akan uruskan hotel, transportasi nya, dengan harga murah.. silakan aja call ke
    PT. MUHIBBAH MULIA WISATA
    Jl. Urip Sumoharjo No.3 Bukittinggi – Sumatera Barat
    T. 0752 32999
    F. 0752 32999
    e mail / YM : muhibbahbkt@yahoo.com
    Mobile : 081363408670 ( Roni )

  4. Ping balik: tour de Los Lambuang « nakjaDimande

  5. Masalah yang memprihatinkan sekarang adalah, penanggulangan sampah, dimana dibawah ngarai pinggiran sungan sudah banyak bertebaran plastik dan sampah2 non organik lain-nya….

  6. salam…
    saya bercadang bercuti ke bukit tinggi pada akhir bulan oktober 09…pertanyaan saya apakah pada saat itu musim hujan di bukit tinggi? kalau ada saranan bulan bila kah waktu yang sesuai untuk bercuti ke bukit tinggi..
    terima kasih…

  7. Ping balik: tour de Los Lambuang « nakjaDimande

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s