Teratur

Fuuuh, baru tadi siang nasehati teman buat lebih teratur dalam naruh sesuatu, sorenya saya kena batunya. Pas jalan kearah parkiran, periksa saku sebelah kanan, upss kunci motor ga ada. Walah, pasti ketinggalan di motor pas parkir paginya. Walau motor di asuransi, maklum masih nyicil, tetap aja ngeselin kok kunci bisa ketinggalan. Masalahnya ini bukan kali pertama ketinggalan, mungkin udah yang ketiga kali, tapi syukurnya semuanya ketinggalan di parkiran kantor jadi lebih aman. Buktinya barusan, tanya ke petugas parkiran, kunci motor saya udah di gantung di tempat penyimpanan kunci-kunci yang ketinggalan. Alhamdulullah, masih ada.

Sebenarnya kejadian seperti ini akibat terlalu teratur. Lah kok terlalu teratur bisa ketinggalan. Pasti pada pernah nonton Mr Bean kan, khususnya seri mobilnya kelindas Tank. Disitu terlihat Mr. Bean jalan ke arah dimana mobilnya tadi di parkir, ngeluarin kunci mobil, dan coba mengunlock, dan ternyata mobilnya udah ga ada. Karena begitu teraturnya, sehingga dia gak sadar bahwa mobilnya yang biasa di parkir disitu ternyata telah hilang, tapi proses yang sama tetap dilakukan, ambil kunci dari saku, dan buka pintu mobil. Saya sebenarnya gak jauh beda dengan Mr. Bean contohnya kejadian ketinggalan kunci tadi. Ritual parkir motor biasanya, pertama itu matiin motor, kunci stang, naruh kunci di saku kanan, buka helm dan ditaruh di atas jok motor, kemudian buka cuplug, sarung tangan, sarung tangan ditaruh di dalam kumplug dan semuanya ditaruh ke dalam helm kemudian helm nya di sarungin pakai sarung helm yang ditaruh di saku jaket sebelah kiri. Selalu begitu, proses dan urutannya. Naaah kenapa bisa ketinggalan? ini biasanya jika ada yang breaking proses, misal seperti kasus ketinggalan kunci tadi, ketika abis matiin motor tadi pagi, sebelum sempat ngunci stang ada orang yang mau parkir disamping saya sehingga saya harus turun dulu dari motor. Udah deh, proses berubah. Begitu juga dulu, biasanya gulung sarung tangan di atas jok di samping helm, karena parkiran penuh, terpaksa buka sarung tangannya di motor sebelah sementara helm di atas motor, helm nya dibawa, sarung tangannya ketinggalan dimotor sebelah.. halah.

Sebenarnya keteraturan itu saya ambil contoh dari beberapa orang, salah satunya kakek. Dulu, ceritanya nenek, kakek itu sangat luar biasa teratur, misal tiap kamis itu nyemir sendal yang mau dibawa ke masjid besok jum’at, potong kuku, rapiin pakaian buat besok jum’at an dan banyak lagi ritual dan itu selalu dilakukan tiap kamis. Naruh sesuatu juga gitu, si kakek selalu punya tempat buat naruh sesuatu pada tempat-tempat yang teratur, sehingga tidak ada istilahnya kehilangan karena lupa naruh atau ketinggalan karena lupa bawa. Satu lagi keterakuran yang dulu saya sempat baca, keteraturannya Bung Hatta. Dulu, cerita orang Bangka dimana beliau sempat diasingkan oleh Belanda, orang Bangka sampai tahu, kalau bung Hatta telah lewat suatu jalan, berarti sudah jam 5 sore, kalau bung Hatta lagi duduk di beranda baca buku, berarti udah jam 7 malam. Begitu teraturnya sehingga kegiatan beliau bisa dijadikan padanan waktu bagi orang disekitarnya.

Bagi saya sendiri keteraturan sebenarnya buat mencegah agar gak lupa aja karena bawaan saya orangnya pelupa. Untuk benar-benar teratur seperti bung Hatta, hmmm kayaknya ga ding, saya sendiri sebenarnya anti kemapanan, ga mau dikekang oleh yang namanya keteraturan hidup. Pernah teman nawarin suatu software planning, kayak microsoft project, tapi yang lite version dan lebih personal, sehingga bisa di install di PDA. Tapi ampun deh, ga gw banget, masak perbaiki sumur masuk planning, mau blanja waktunya di planning, dan tetek bengek lainnya. Belum lagi katanya kita harus punya planning harian, mingguan, bulanan, tahunan dan aaaaaaaa ampuuuuun DJ ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s