Becky

Pada nonton gak acara friend n the City di O Channel pada kamis kemaren (16-08-07) yang bintang tamunya Becky Tumewu. Bagi saya bahasannya sangat menarik, khususnya bagaimana seorang Becky memandang suatu yang namanya perkawinan dan rumah tangga. Ada beberapa point yang menarik dari bincang-bincang tersebut diantaranya;

– Ketika Becky mengatakan bahwa dalam perkawinan kita harus memahami posisi dan kondisi masing-masing. Dia mencontohkan bagaimana suaminya dapat menerima dia yang selama 4 tahun terpaksa meninggalkan suaminya disaat ‘prime time’, waktu dimana seorang istri harusnya meladeni suaminya yaitu antara jam ‘6-8’ pagi karena Becky nya harus menjadi host di salah satu acara yang jam tayangnya di jam tersebut. Menurut saya begitulah seharusnya bentuk perkawinan yang bisa dibilang bergaya kosmopolitan, dimana kita tidak bisa lagi berpatokan pada pola perkawinan dan cara hidup keluarga yang telah baku dengan kultur tertentu seperti yang namanya seorang istri pagi harus gini-gitu, suami harus gini terhadap istri dan sebagainya. Perkawinan seperti ini bersifat lebih lepas, perkawinan yang memiliki makna berupa penggabungan dua individu yang tetap tampil sebagai individu, dan masing-masing menghargai dan mensupport individu yang lain sebagai wujud yang namanya ‘cinta’.

– Masalah perceraian, Becky memberi tanggapan yang menurut saya sangat bagus. Becky mengatakan bahwa kita sebagai ‘orang luar’ tidak dapat memberikan judge apapun karena yang tahu kondisi sehingga muncul ide yang namanya divorce adalah mereka berdua. Kita hanya bisa memberi advise berkaitan dengan anak misalnya. Tapi tetap, kita adalah orang luar, dan semuanya adalah keputusan mereka. Becky bercerita bahwa dia kadang bertemu suatu pasangan yang kondisinya sangat pelik sehingga sebagai orang luar kita tidak dapat sama sekali berkomentar apapun karena kepelikan masalah tersebut dan hanya mereka berdua yang tahu cara menguraikannya. Disini Becky memberi satu contoh yang menurut saya juga sangat bagus, bahwa seorang orang tua, akan memberikan suatu happiness ke anaknya jika dia sendiri happy. Bagaimana mungkin orang tua dapat menyalurkan suatu pelukan bahagia ke anak-anaknya jika dirinya sendiri tidak memancarkan aura kebahagiaan karena kepelikan masalah yang dihadapi. Sungguh indah ^_^

– Pertanyaan terakhir dari Alex (host acara ini) yang menanyakan tentang seberapa level kecintaan Becky terhadap suaminya, apakah pada tingkat ‘karena’ atau level ‘walaupun’. Pertanyaan yang sangat indah..

Bagaimana tingkat cinta anda terhadap pasangan, istri/suami anda saat ini, apakah berada pada tingkat ‘karena’ atau pada level ‘walaupun’?

Silahkan jawab sendiri, jawabannya Becky sendiri saya gak sebutin disini.. Thank Back..!! Thank juga buat Alex.. you are a great host..!!

Iklan

One thought on “Becky

  1. Ping balik: Shahnaz « Sicindai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s