Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar (An-Nahl 126)
Membaca ayat tersebut mengingatkan saya pada cerita seorang teman beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba saja dia mengirim message di fesbuk, cerita panjang bagaimana dia merasa diperlakukan tidak adil oleh teman-temannya. Itu membuatnya sangat marah, dan membenci temannya tersebut –kalau benci, apakah seseorang masih digolongkan sebagai teman ga yaa
–
Salah satu tanggapan saya waktu itu atas cerita teman tersebut adalah
‘jangan di balas dan jangan sedikitpun punya niat jahat terhadap mereka yang telah berbuat jahat, karena jika melakukan hal yang sama berarti kita tidak lebih baik dari dirinya’
Tapi tadi setelah membaca ayat tersebut saya baru sadar ternyata pendapat saya tidak sepenuhnya benar, bahwa ternyata membalas sesuai dengan yang diperbuat terhadap kita ternyata dibolehkan. Tapi jika menyimak akhir dari ayat tersebut, saya menjadi senang, ternyata apa yang saya usulkan justru yang lebih baik dimata Allah, karena kita akan tergolong kepada orang-orang yang sabar.
hah, semoga kita semuanya tergolong kepada orang-orang yang sabar, amin
–molning all, dah lama ga menyapa, dah lama ga menulis, dan alhamdulillah Allah punya cara untuk saya bisa mulai menulis lagi disini dengan menunjukkan ayat diatas–
mau kemanakah hari ini..?
Amiin.. bahagianya bila sudah jadi orang yang sabar dan ikhlas, hari-hari bakal senyum terus ya mas..
dan Alhamdulillah pagi ini senyum Bundo lebar sekali,
karena satu hal yang paling bisa membuat bundo tersenyum lebar adalah mendapati postingan baru disicindai..
Teriring senyum lebih lebar
buat bundo yang masih suka lewat dan menoleh setiap kali lewat di depan rumah sicindai yang telah kusam dan tak terawat..