(dikutip dari Slilit Sang Kiai – Cak Nun)
Tidak jelas apa bahasa Indonesianya, tapi biasa disebut slilit. Kalau habis ditraktir makan sate, biasanya ada serabut kecil sisa daging nyelip di antara gigi — itu slilit.
Slilit sama sekali tidak penting. Tak pernah jadi urusan nasional. Tak berkaitan dengan setiap kampanye pembangunan. Koran tak pernah meng-cover-nya. Para ilmuwan atau penyair tak pernah mengigatnya. Bahkan satu-satunya produksi ekonomi yang punya urusan dengannya disebut “tusuk gigi” –bukan “tusuk slilit“. padahal slilit-lah yang ditusuk.
Namun, begitulah, slilit pernah memusingkan seorang kiai di alam kuburnya, bahkan mengancam kemungkinan suksesnya masuk surga. Ceritanya, dia mendadak dipanggil Tuhan, sebelum para santrinya siap untuk itu. Murid-murid setia itu, sesudah menguburkan sang kiai, lantas nglembur mengaji berhari-hari –agar diperkenankan ketemu roh beliau barang satu dua jenak. Dan Allah Yang Maha Memungkinkan Segala Kejadian akhirnya menunjukkan tanda kebenaran-Nya dalam mimpi para santri itu. Roh kiai menemui mereka.
Terjadilah wawancara singkat, perihal nasib Sang Kiai di “sana”. “Baik-baik, Nak. Dosa-dosaku umumnya diampuni. Amalku diterima. Cuma ada satu hal yang membuatku masygul. kalian ingat waktu aku memimpin kenduri di rumah Pak Kusen? Sehabis makan bareng, hadirin berebut menyalamiku, hingga tak sempat aku mengurus slilit di gigiku. Ketika pulang, di tengah jalan, barulah bisa kulakukan sesuatu. Karena lupa enggak bawa tusuk slilit maka aku mengambil kayu kecil dari pagar orang. Kini, alangkah sedihnya: aku tak sempat minta maaf pada yang empunya perihal tindakan mencuri itu. Apakah Allah bakal mengampuniku?“
……
selamat ulang tahun Bun
…apakah bundo juga akan memaafkanku yang telah telat mengucapkan selamat dihari ulangtahunnya..
pasti dimaafin..!
tak mungkin maafnya akan menjadi slilitku dihari akhir kelak..
selalu ada yang istimewa buat bundo di sicindai
bundo tak menganggapmu terlambat, karena sudah hapal.. ucapan itu haruslah istimewa dan pasti ada disini
**huhu ga nahan banget narsisnya bundo
makaciy banyak wahai my dearest bujang..!!!