Satu deringan telpon, dan sebuah nama tertera di layar handphone. Rada suprise nama itu tiba-tiba muncul… dan.. weeew..weew..wew.. plok..! tangan secara reflek mengayun di samping telinga, mengusir suara itu.,
nyamuk..!
kamu mengganggu mimpiku..
andai kau tau siapa yang tadi muncul di hape itu..
huhh..
dasar mimpi, dasar nyamuk. Tapi alhamdulillah, allah membangunkan dengan cara yang biasa, cara yang paling bijak [...]
Arsip untuk Desember, 2008
Celengan akhirat
Diposkan dalam Religi, Share pada Desember 31, 2008 | 2 Komentar »
Sampai menutup mata
Diposkan dalam Share, Label acha pada Desember 30, 2008 | Leave a Comment »
Ga ada angin.. ga ada hujan.. **brarti panas, kering**, ngeliat iPod lama, yang udah uzur, ga bisa bunyi lagi, tapi database lagunya masih bisa di gunakan. Buka di iTunes, wink..wink.. nyala, dan langsung mengalun lagu Acha dibawah **maklum ngurut abjad**..
Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi
Oh Tuhan [...]
1430
Diposkan dalam Share pada Desember 29, 2008 | Leave a Comment »
Selamat tahun baru 1430 H, semoga di tahun yang baru ini kita dapat ‘hijrah’ dalam segala hal menjadi lebih baik lagi..Amin
Saya baru sadar hari ini adalah 1 Muharam setelah terima messaga diatas, hari dimana Rasulullah saw dulu hijrah dari mekah ke madinah, dan 1430 tahun kemudian, seorang umatnya yang masih jauh dari jalan yang beliau [...]
Sepenuh hati.. (episode 2) ^^
Diposkan dalam puisi pada Desember 25, 2008 | 2 Komentar »
lanjutan dari sebelumnya
.. samar kulihat Engkau mengangguk, sangat pelan..
tapi ku tau, kali ini bukan mengiyakan..
tapi menyuruhku untuk berhenti
..dan sorot mataMu yang teduh itu seolah berkata
Sudaah..
hapus keringatmu
tetesannya telah membasahi bumi-Ku
tanah itu nanti akan bersaksi untukmu
sekarang bersihkan mukamu..
berwudhu..
hapus lumpur yang melekat didadamu
bersujudlah..
saatnya engkau memohon kembali kepadaKu
Titik
Diposkan dalam Share pada Desember 24, 2008 | 6 Komentar »
Kamar Garin
Diposkan dalam Share pada Desember 24, 2008 | 5 Komentar »
Di setiap pojok surau, dulu selalu ada satu kamar yang diperuntukkan bagi mereka penjaga surau. Biasanya seorang musafir yang sendang menuntut ilmu agama, tapi memiliki keterbatasan keuangan sehingga harus mencari penginapan gratis.
Di bukittinggi sana biasanya adalah seorang siswa di sekolah agama islam, mereka yang berasal dari kampung-kampung. Mereka tidur di masjid, merangkap sebagai penjaga, perawat, [...]