Sicindai
menyingkap yang terlihat

POI

POI adalah singkatan dari Point Of Interest. Singkatan yang biasa digunakan dalam bahasa fotografi. Bukan bermaksud menyombongkan diri bicara fotografi, secara saya bukan orang yang pantes dibilang mengerti fotografi. Dalam fotografi istilah tersebut lazim digunakan ketika kita ingin mengetahui apa sebenarnya yang ingin ditunjukkan oleh suatu foto. Kadang sebagian orang agak rancu membedakan antara POI dengan focus, walau keduanya saling keterkaitan. Pada kamera SLR, suatu yang menjadi point of interest lebih mudah ditonjolkan dengan menjadikan object tersebut sebagai titik atau bidang focus, sementara pada kamera pocket yang tidak dilengkapi focus biasanya semua bidang dalam foto datar, tidak ada satupun yang menjadi focus sehingga point of interestnya lebih susah dimunculkan, tapi bukan berarti tidak bisa.

Tuu khan jadi ngomongin fotografi. Justru yang ingin saya bicarakan disini jauh dari yang namanya fotografi. Beberapa waktu yang lalu, ketika break makan siang setelah training dari pagi, saya dan beberapa rekan serta instruktur di tempat training sengit membicarakan pengalaman masing-masing, terutama mengenai tempat-tempat yang pernah dikunjungi di tanah air. Bukan tempatnya yang menarik bagi saya dalam pembicaraan itu, tapi masalah point of interest masing-masing kita. Kadang kita lagi membicarakan tempat yang sama, tapi dengan point of interest yang berbeda-beda. Ada teman yang interest sama alam, ada yang interest sama makanan, ada yang interest sama daya tarik yang ditawarkan didaerah tersebut.. dan saya.. selalu tertarik sama budaya.

Ga tau, dari dulu saya merasa seperti seorang watcher, yang kerjaan cuma ngamatin karakter dan kultur yang melatarbelakanginya. Sebagai contoh, ketika ngomongin tentang warung kopi di Banda Aceh, sebagian teman comment tentang suasana warung kopi, sebagian tertarik sama rasa kopinya, sementara saya tertarik sama kenapa di warung kopi yang berjubel puluhan bahkan ratusan orang, sulit  sekali ketemu ada wanita disitu. Contoh lain, ketika ngomongin Irian, sebagian teman cerita tentang harga-harga yang mahal, sebagian lain tentang alamnya, tapi yang menarik bagi saya justru ketika mengamati orang-orang yang rela antri buat ambil duit di dalam bank sementara ATM di lobby sepi pengunjung. Saya tertarik mendengar cerita gimana orang-orang tersebut lebih suka antri karena saat itulah mereka bersosialisasi, ketemu teman-temannya dan saling bertegur sapa, itu lebih menimbulkan kesan bagi saya. Ketika belum lama ini saya mampir ke sebuah kantor cabang pembantu di daerah Medan sana sehabis makan ikan bakar, bukan rasa ikan bakarnya itu yang selalu saya ingat, tapi justru suasana kantor tersebut yang sangat lusuh, tapi ketika mengamati orang-orang yang datang ke sana yang mayoritas para nelayan miskin, saya baru mengerti kenapa kantor tersebut terlihat jorok. Disisi lain, justru karena kejorokannya tersebut orang-orang para nelayan tersebut mau datang menabung, karena mereka merasa nyaman dengan kejorokan tersebut, mereka tidak perlu takut harus mengotori lantai kantor dengan sendal mereka yang berlumpur, karena kantor tersebut memang telah kotor. Ada yang menarik disitu.

Terakhir, beberapa waktu yang lalu saya menghadiri salah satu acara keluarga. Disana saya sangat exciting karena saya belajar banyak tentang kultur yang berbeda dengan yang selama ini saya biasa lihat. Pengalaman-pengalaman seperti itu kadang terasa lucu dan bikin tersenyum, tapi yang pasti semua itu memperkaya diri, mencoba memandang orang lain dari sudut pandang mereka. Kadang juga memahami perbedaan membuat kita bangga terhadap apa yang selama ini kita miliki, dan tidak jarang juga melengkapi apa yang selama ini kita tidak miliki.

Tapi yang terpenting dari semua itu, saya bersyukur karena saat ini saya punya point of interest, dan itu yang membuat saya merasa hidup ini lebih hidup. Sama halnya ketika saya ngomongin hobi dimana saya sangat bersyukur karena saya masih diberi satu hobby yang saya enjoy dengan itu, bersyukur dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki hobby, menjalani hidup mengalir, tanpa ada interest akan sesuatu..

how about you… ? halah sok britis :D

No Responses to “POI”

Leave a Reply