Anak-anak
Sebenarnya berusan udah gosok gigi, siap-siap tidur, tapi kepikiran sesuatu, sayang kalau ga dituangkan, selagi semangat
Semua itu berkaitan dengan beberapa pemberitaan di tv beberapa hari belakangan,
Pertama, ketika melihat air mata buaya Arthalyta Suryani, bagaimana si ibu berteteskan air mata membacakan pledoi nya di depan hakim meminta untuk dibebaskan agar di dapat membesarkan ketiga putrinya.
kedua, tadi di Halo indonesia Malam di tvOne, satu yang menggelitik masalah rencana pemerintah menerapkan hari kerja sabtu minggu untuk buruh. Bagaimana krisis listrik itu sebenarnya bermula karena salah urus, dimana batu bara dan gas yang seharusnya diutamakan untuk pembangkit listrik dalam negeri, sama para perusahaan tambang lebih memilih di export ke luar negeri untuk mendapatkan spread harga penjualan yang jauh lebih mahal daripada dijual ke PLN dalam negeri. How bad you are..! Egois dan tidak ada rasa patriotismenya.
Ketiga, masih di Halo Indonesia malam di TVOne, bagaimana tvOne berhasil meliput secara diam-diam praktek sogokan di Pelabuhan. Benar-benar gila, setiap kontrainer yang akan keluar dari pelabuhan harus membayar berkali-kali kepada petugas uang tanda terima kasih yang rata-rata 10 ribu rupiah per petugas di lapangan. Dalam acara yang sama TVOne juga mewawancara salah seorang pengusaha ekspor import yang harus membayar ekstra tidak hanya yang 10 ribu x beberapa petugas tadi, tapi ada biaya resmi yang di mark-up oleh petugas bandara, misal yang seharusnya total untuk pengurusan barang itu cuma sekitar 1 juta rupiah, mereka harus bayar 1,8 juta rupiah.. Itu per kontainer. Bayangkan, dalam 6 bulan terakhir, tercatat udah hampir 2 juta container yang keluar masuk pelabuhan, berarti ada sekitar 0.8 juta x 2 juta, atau sekitar 1,6 triliun dalam 6 bulan yang masuk ke kantong orang-orang di bandara. Benar-benar dahsyat…
Satu yang jadi pikiran saya, kok mereka mau ngasih makan anak-anak mereka dengan uang seperti itu..
baik Arthalyta maupun para petugas pelabuhan. GImana rasanya jadi anak yang tau orang tuanya menghidupi mereka dari uang seperti itu.. hmmm benar-benar saya ga habis pikir. Saya cuma berdo’a moga-moga Allah memberi rejeki yang halal untuk anak-anak saya kelak, amiiin…
Tapi ngomong-ngomong ibunya siapa yaa.. hehehe ![]()
Loading...