Sicindai
menyingkap yang terlihat

Salaman..

Semalam ga sengaja nonton Metro Files di MetroTV. Sebenarnya topiknya ngebahas tentang kejahatan perang yang dilakukan Westerling. Ada yang menarik bagi saya adalah ketika di salah satu klip, terdapat rekaman Perjanjian Meja Bundar. Dalam klip tersebut terlihat Ratu Belanda, Betrix bersalaman dengan Moh. Hatta sebagai wakil dari delegasi Indonesia. Saya pratiin ada yang istimewa dari cara Moh. Hatta salaman dimana beliau bersalaman dengan penuh percaya diri, ga terlihat ekspresi bahwa beliau adalah warga dari bangsa yang baru lahir dan ketemu dengan seorang Ratu dari negara besar. Tidak ada anggukan, merundukkan kepala, apalagi cium tangan.

Cara salaman seperti itu menurut saya cerminan dari seorang yang berjiwa besar dan biasanya terbentuk dari kultur yang egaliter. Ada dua hal yang menurut saya membentuk karakter beliau, pertama mungkin karena beliau lahir di Bukittinggi, dimana secara kultur orang minang memang dikenal sangat egaliter. Semua orang dianggap sama, ga ada strata yang lebih tinggi. Yang ada cuma masalah ‘tau di nan ampek’, adab sama yang kecil, sebaya, orang yang lebih tua dan kata kiasan. Adik sempat ngomong bahwa dia agak shock kultur ketika melihat orang-orang mencium tangan ketika salaman, atau sebaliknya dia dicium tangannya oleh anak kecil bersalaman dengan dia yang lebih tua. Ada rasa risih kata si adik, dan saya memaklumi itu, karena dalam kehidupan sehari-hari di minang tidak membiasakan hal seperti itu. Bahkan seorang pemuka agama seperti Buya atau Kyai pun tidak pernah di cium tangannya di minang sana, berbeda dengan kyai di daerah lain. Dan ketika liat Moh. Hatta semalam saya tersenyum :)

Kedua, mungkin karena beliau itu di didik secara pendidikan belanda sejak di Bukittinggi sampai ke negeri Belanda, sehingga karakter egaliter tersebut semakin terbentuk.

Kadang menarik melihat hal-hal yang kecil-kecil. :)

No Responses to “Salaman..”

Leave a Reply