Feeds:
Tulisan
Komentar

5:50 AM

Menikmati buku Tan Malaka, dan dua lakon yang lain Goenawan Mohammad (GM)

Seperti yang lain-lain, ia bermula dari sebuah nol. Ia pernah tak ada. Kemudian seseorang mengambil pena dan kertas. Ada yang menulis. Ia lahir dari huruf, ia menyusun sebuah buku…

sementara mata tertuju mendengar sepotong dialog di pesawat pada film Love Affair antara Mike Gambril (Warren Beatty) dan Terry Mckay(Annette Bening) ;

Mike: Happy?
Terry: What?
Mike: What makes you happy?
Terry: You’re embarrassing me.
Mike: Is that an embarrassing question?

Terry:  What makes you happy?
Mike: Embarrassing you.
Terry: I’m happy when I don’t want to be anyplace but where I am. You happy now?

Mike: You know I’ve never been faithful to anyone in my life.
Mike: Is your father alive?
Terry: My father? No. Why?
Mike: What would he say to you about me?
Terry: He’d say, “You’re hung up on a guy…
Mike: …because you cruised around Bali Hai for days? Isn’t that nutty?”
Terry: It’s nutty to get hung up on a guy like that.
Mike: It is?
Terry: It’s crazy.

Mike: You don’t know if the guy likes kids.
Terry: See? The subject never even came up.

Mike: It should.
Terry: I mean, if you really want to…
Mike: Take a chance?
Terry: Take a chance on this guy.

Mike: Make him wait.
Terry: Make him get his life in order.
Mike: Even maybe go so far as to find his own job.
Terry: How long should I make him wait?
Mike: Three months?
Terry: Three months?
Mike: Three months.

Terry: If he’s worth it, he’ll be there.
Mike: Where will you be… …on May  th at  :   p. m.?

Terry: We’ll land in a few minutes.
Mike: Want to think it over?
Terry: Do you?
Mike: Absolutely not.

Terry: Top of the Empire State Building? It’s not the tallest building
anymore, but you can’t miss it.
Mike: May  th,  :   p. m.?
Terry: Nervous?
Mike: Oh, yeah.

Terry: Look… If one of us doesn’t show… …we won’t pester each other, okay?
Mike: No phone calls, no contact.
Terry: All or nothing.
Mike: We’ll never speak again.

Terry: All right. If you’re not there, I’ll understand.
Mike: If you’re not, I’ll understand.
Terry: I’ll be there.

Mike: Do you like kids?
Terry: Yeah.
dialog yang menarik..
Kembali sebuah Aria dalam naskah skript teater GM ;
tidak.
Pada mulanya bukanlah Kata
Oada mulanya bukanlah Makna
Telah kudengar pesan itu,
telah kutulis pesan itu:
Pada mulanya adalah laku
Auf einmal seh ich Rat
Und Schreibe getrost: Im anfang war die Tat!
dan dialog singkat di bandara cukup menggoda..;
Mike:  Terry!
Terry: What?
Mike: I like watching you move.
Terry: Good.
Terry: I like watching you move. You go first.
Mike: Okay


Beware

Satu kelemahan yang bikin bete kalau ngeblog lewat si hape butut ini **meski butut, banyak jasanya, menyimpan berjuta kenangan.. Andai dia bisa ngomong, mungkin udah seperti hijab yang disingkapkan, semuanya akan gamblang terlihat, akh ngomong apa siy :D **, ee yaa kelemahan apalagi kalau ga, ga bisa bikin link, soalnya ga bisa mark, trus klik Link seperti ketika nulis di PC. Keterbatasan itu jugalah yang membuat ga bisa bikin link ke posting BLI nya si Bubun.. **besok dey, kalau ada waktu di kantor coba di link kan..

Ngomong BLI si Bundo, dasar otak yang udah menua, butuh beberapa hari buat mengerti akan maksud dari contest yang diadakan si bundo, dan setelah di jejal kafein seperti malam ini otak baru bisa nangkap maksudnya. Kontes yang menantang para pengunjung ladang ilalang bundo untuk mengajukan satu judul yang nanti akan dipilih untuk dapat kehormatan menjadi judul salah satu posting bundo diantara tanggal 6-10 november, dalam rangka milad pertama si nakja, benar gitu kan bun..?

Sebagai orang yang ga begitu kreatif ditambah sedikit kenarsisan saya sebenarnya pengen mengajukan judul ‘.’ (titik), judul yang pernah menjadi judul salah satu posting disini. Sebuah posting tersingkat tapi boleh dibilang paling monumental, penuh makna **hah, tu kan keliatan narsisnya, dan suka asik dengan diri sendiri :) **. Bagaimana sebuah titik menyimpan berjuta makna, tapi untuk kasus nakja mungkin titik bisa diartikan sebagai pembatas antara yang sudah lewat dengan yang akan datang, bagai sebuah tulisan, titik adalah pembatas antara satu kalimat yang telah berlalu dengan kalimat yang akan meluncur dimasa masa mendatang. Sebuah titik bagi nakja bukan menjadi titik akhir, tapi adalah titik tolak untuk yang akan datang. Judul ‘.’ ini paling pantas ditempatkan pada posting persis di hari jadinya nakja yang pertama.

**hati-hati, sebuah kecurangan bisa bersembunyi dibalik sebuah posting, suatu bujukan terselubung untuk menarik agar judulnya di approve, beware..! :D

1000 km

1000 km.. Angka itu mungkin cukup menggambarkan kesibukan 1 minggu belakangan. 4 kali ngisi bensin dengan nominal 100 ribu. Tapi sungguh ga ada arti angka-angka itu jika dibanding semua rasa yang diaduk. Bagai ditengah badai, semuanya serba cepat berubah, kedatangan keluarga, rame-rame di rumah, kemeriahan pesta seperti ombak yang menggulung dan makin tinggi dan kemudian tiba-tiba terhempas ketika hanya 1 jam setelah pesta, mak tuo, istri paman yang sejak sehari sebelum pesta sakit, dan ternyata harus dirawat. Datang bersama keluarga dari bukittinggi untuk nikahan yang ternyata tidak pernah dihadiri :(

Persis satu minggu, badai itu mengguncang, bolak-balik bintaro-RS persahabatan rawamangun, dan kini badai itu telah reda. Saya kembali tertidur sendiri sambil mengetik di blog ini. Tapi badai itu bukannya tanpa menyisakan apapun, deburan ombak tadi kemudian menarik semua ke lautan, menyisakan saya sendiri di pantai. Semuanya harus pulang, mengantar mak tuo tercinta yang telah dibalut kafan dibalik keranda.

Begitulah, Dia punya cara sendiri, dan yang pasti semuanya adalah yang terbaik. Hanya dalam sebulan, 2 kerabat dekat yang sangat disayangi dipanggil menghadap, mengapit perhelatan, penyatuan 2 hati dan 2 keluarga dalam satu janji, ikatan yang insyaallah erat.

1 minggu.. 1000 km, hah..

Haredang..

3.21 AM..
Haredang..

Sudah lama tidak merasakan tidur keringatan karena puanaasss banged. Padahal, dulu sebelum ada AC yang nemanin, kondisi kayak gini jadi hal yang biasa. Tapi ketika terbiasa, tidur pada suhu 25 derajat, yey kepanasan sedikit kayak sekarang langsung ga bisa tidur.
Sebenarnya itu masalah adaptasi tubuh, sama seperti ketika beberapa hari lalu nyari referensi tentang pemilihan parfum, kapan harus memilih eau de parfume dan atas pertimbangan apa milihnya eau de toilette.. **yang ternyata hanya masalah concentrate pewangi ga ada hubungannya dengan waktu pemakaian atau alasan spesifik lainnya** satu yang didapat waktu itu adalah masalah adaptasi karena parfum berkaitan dengan indera penciuman, ketika menggunakan satu parfum dengan aroma tertentu citrus misalnya, lama-lama secara alami indra penciuman akan mengabaikan aroma tersebut karena telah femiliar, untuk itu disarankan menggunakan lebih dari satu parfum dengan aroma yang berbeda sehingga hidung tetap sensitif akan setiap aroma jadi bisa dinikmati.
Naah, sama dengan sekarang, ketika udah terbiasa tidur dengan AC, tubuh akan kembali butuh penyesuaian dengan udara tanpa AC yang nanti lama-kelamaan akan kembali terbiasa tidur dalam suhu, haaahh.. Brapa yaa ini. Seperti kata orang, nikmat sehat baru kerasa ketika sakit, begini juga adanya, nikmat AC baru kerasa ketika udah tidak pakai AC. Sebuah acara televisi yang mengajak salah seorang kandidatnya menjalani 1 hari penuh hidup bersama orang-orang yang tidak seberuntung kebanyakan orang, mengajarkan akan beratnya hidup yang harus mereka jalani, lebih berempati dan menghargai mereka, dan satu yang terakhir bersyukur lebih beruntung dibanding mereka. Kadang rasa syukur itu muncul ketika ketika diberi atau dilihatkan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan apa yang kita alami saat ini :D

Tuu khan jadi melebar kemana.
Tapi satu lagi yang positif dengan tidak bisa tidur seperti sekarang adalah minimal bisa nengokin sicindai yang udah lama tidak disinggahi sekalian menyapa teman-teman yang semoga masih setia mampir ke gubuk yang tak berpenghuni ini sekaligus bisa mampir ke rumah sebelah dan rumah lainnya yang telah berbulan-bulan tidak ditengokin walaupun masih celingukan dari balik pagar tanpa berani mengetuk pintunya.

Dah akh, didepan suara garin telah lantang membangunkan orang-orang untuk siap-siap menyambut subuh..

bangun..banguuuuunnn.. Ashshalatu khairum minan nauummm.. Ashshalatu khairum minan nauummm..

11.500

Sendiri menyusuri jalan raya Kuta dengan berjalan kaki. Beranjak dari hotel yang berada di depan mall Discovery, hampir setengah jam akhirnya ketemu juga dengan yang namanya Joger, dari seberang jalan terbaca dengan jelas..

HARI INI KAMI MASIH TUTUP TEMANS..

bla..blaa..blaa..sisanya tulisan dengan font yang lebih kecil. Ini akhir perjalanan (kaki), meski mencoba memaksakan untuk melangkah, melewati ayam goreng klungkung, beberapa meter setelahnya, diseberang warung pecel bu tinuk terlihat sepi, tidak seperti biasa yang rame pengunjung.

Sesaat terbesit ragu untuk melanjutkan perjalanan, berbalik arah ataukah mampir. Melihat waktu di jam tangan masih jam 6, masih terlalu sore dan terang untuk sebuah makan malam. Tiba-tiba bayangan makanan sekitar hotel yang hanya di dominasi fastfood dan food court dengan makanan tradisional yang tidak begitu istimewa, semua itu memaksa langkah untuk menyeberang menuju warung. Seperti biasa, pecel sebagai menu utama sekaligus sebagai sayur tidak boleh dilewatkan, pilihan berikutnya jatuh ke telur mata sapi, ikan asing, sambel dan terakhir peyek kacang. Pelayan langsung memilih kertas-kertas yang berada di dinding, dan disana tertera 11.500, yaah segitu nanti yang harus di bayar untuk makanan yang sekarang siap di lahap (diluar minuman).

Ingat makanan di bali, sepanjang jalan raya Kuta-tuban, saya telah mencicipi 3 makanan yang cukup banyak digemari disini yaitu kalau di urut dari arah Kuta, ada;

1. Nasi pedes, makanan biasa tapi sambelnya yang super pedes. Yang punya masalah dengan lambung sebaiknya menghindari makanan yang satu ini.

2. Ayam goreng klungkung khas jawa timur. Rasa ayam gorengnya sebenarnya ga begitu istimewa, tapi sambelnya sungguh menggugah selera.

3. Iya warung pecel bu tinuk. Saya ga tau apa yang khas disini, biasa aja tapi ga tau selalu menggoda dan ga bosen-bosen untuk mampir.

Selain itu kemaren disini juga diajak mencicipi Pawon cirebon (kalau ga salah yaa, maap kalau salah), tempatnya, hmm sepertinya seputar bunderan (simpang siur, persimpangana yang ga jelas.. Orang sini menyebutnya simpang siur :D ), bandara ngurah rai, masih seputar bandara ada ayam presto **lupa namanya, malioboro kalau ga salah :D , semuanya enak dan layak dicoba.

Dua yang ga sempat dicicipi adalah bebek sawah dan bebek ‘apa gitu’ lagi-lagi lupa, semuanya di daerah menuju uluwatu, katanya enak banget, dengan tempat makan berupa saung-saung yang berada diantara sawah-sawah..

Jadi bagi yang ke bali, minimal makanan-makanan tadi bisa buat jadi referensi. Bagi yang mensyaratkan halal food, insyaallah semua itu halal, kalau yang agak meragukan, nasi goreng warung made masih diseputar Kuta cukup terkenal. Yang benar-benar ga halal.. B2 guling ada dimana-mana.. :D

Terlepas dari semua itu, jakarta tetap jadi surga kuliner, ga ada habisnya tempat makan yang enak. Yang paling top tentu seputar kantor, benhil dan sekitarnya, banyaaakk sekali pilihan, ada ayam plenet, woku-woku khas manado (yang enak ikan krapu dan ekor kuning), padangnya ada Surya, ada ikan goreng Pagi-sore, mie aceh, bubur kampiun dan lontong sayur bufet mini.. Aaa banyakk.. Diluar itu ada Sederhana bintaro cabang tebet, top bangeett, enaakk dan murah abizz. Yang penasaran justru bebek Suryo seputar surapati-panjaitan (jalan suryo, blok M) dan makanan khas vietnam Po24 di depan RS Pondok Indah.

Ada lagi.. Bagi-bagi inpo, ntar ditemani makan bareng.. Tenaang, selama masih support credit card akan dibayarin :D

One night @oh la la puri

Men under the mirror :D

Tulisan Sebelumnya »