Feeds:
Tulisan
Komentar

360 derajat

Seperti telah melewati 360 derajat perjalan, hari ini serasa semuanya kembali berulang. Sesuatu yang perlahan coba ditinggalkan, hari ini seperti ditarik kembali masuk kedalam kehidupan.

pertama, kembali menggunakan pascabayar, setelah hampir 1 bulan mencoba masuk ke dunia prabayar yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan, melihat mereka yang selalu bilang semuanya indah di prabayar, plus iklan-iklan di media yang semuanya seperti memanjakan pengguna prabayar, pas kebetulan tiba-tiba SIM card kehilangan sinyal tepat satu hari menjelang hari besar si adik, ga kebayang ketika banyak orang membutuhkan nomor tersebut untuk dihubungi tiba-tiba dianya ngambek. Ada alasan untuk berpindah ke prabayar, skalian meninggalkan semuanya di belakang, kartu yang sudah bertahun-tahun menemani dan sedih-ceria-gembira-berbunga-bunga **halah, lebay :D .. Dengan penuh semangat ditinggalkan. Awalnya berganti ke si operator besar, jejal-punya-jejal, nyerah karena inet koneksinya, ampiyyunnn lemotnya. Akhirnya coba si sodaranya prabayar, im3 yang katanya cepat plus murah gila. Hampir 3 minggu jejal itu kartu, untuk inet speednya, karena menggunakan kanal yang sama dengan kakak tuanya si matrix, jelas kecepatan berimbang. Sekarang tinggal fulusnya.. Dan tau-taunya, tanpa terasa 120rb melayang dalam 3 minggu, murah apanyaaa…
Kucewa, dan ditambah rasa kesal karena disaat kehabisan pulsa, semuanya seperti gelap, ga ada yang bisa di contact, sangat beda dengan si pasca yang ga pernah pusing dengan yang namanya kehabisan pulsa.. Akhirnya siang tadi, dengan kebulatan tekat, kembali ke nomor lama… Salam kembali :D

kedua, dengan berat hati kembali hari ini langganan inet lagi. Hanya bertahan 1.5 bulan tanpa koneksi inet, hari ini kembali membawa diri tuk buka account lagi di im2. Bedanya kalau dulu pasca sekarang ambil yang pra biar bisa ngatur penggunaan, moga bisa lebih irit, digunakan seperlunya.

number tilu, nge-gym.. Setelah hampir setahun off dari yang namanya fitness, hari ini mampir ke salah satu fitness center di seputar serpong, mencoba cari info apakah ada penawaran menarik **harga tentunya** plus tanpa mengikat, sehingga memungkinkan untuk kembali melatih otot dan jaga stamina yang kerasa drop setelah hampir setahun off. Bukankah sehat dan fit itu investasi jangka panjang, yaa toh. Belum diputuskan apakah jadi join apa ga, masih coba ngukur kantong secara beberapa bulan kebelakang selalu defisit :D

terakhir, bacaan.. Setelah hampir 4-5 tahun lalu menamatkan novel sejarah Taiko dari Eiji Yoshikawa, kamis minggu kemaren coba mampir ke gramed, dan keingat untuk kembali membaca. Jika sebelumnya status minjam, kali ini modal… Beli sendiri. Hasilnya 3 hari ini larut dalam perjalanan hidup sang Taiko, meski pada kenyataannya saat ini baru menyentuh halaman 369 dari 1142 halaman yang harus ditamatkan **dasar, dari dulu memang tipe pembaca pelan, kelas 1 SD mungkin ga lulus :D . Walaupun begitu, walau dah ngulang, walau untuk membacanya lama, tapi tetap semangat, buktinya 3 hari ini rata-rata tidur diatas jam 00.30 bahkan semalam hingga jam 2.. Efeknya, pagiiinya, nguantuknya minta ampun..

Meski siklus 360 derajat 4 perulangan itu berbeda-beda, ada yang 3 minggu, ada yang 1.5 bulan, ada yang 1 tahun dan bahkan ada yang 4-5 tahun, bagai sebuah jam dengan rotasi waktu yang berbeda-beda antara detik, menit, jam dan hari yang dibangun oleh roda-roda bergerigi dengan ukuran yang mengacu pada besaran waktu yang diwakilinya dimana masing-masing terpisah dalam siklus 360 derajat yang berbeda-beda. Apakah bakal ada satu rotasi baru yang akan mengemuka, ataukah justru akan muncul satu siklus yang benar-benar baru.. Let’s see :D

Celotehan dibalik bantal

Saya mungkin menjadi orang yang paling tidak sadar diri..
Dan baru sadar ketika melihat bayangan..
Pantulan diri yang ada di kaca atau di dinding lift yang bersih mengkilat memantulkan bayangan orang-orang yang ada didalamnya..

semuanya terungkap disana..
Saya yang tak pernah merasa kecil, dan baru sadar ketika melihat pantulan saya dan teman yang berdiri di sebelah ketika lift bergerak naik dari lobi ke lantai 3..

saya yang baru sadar akan tubuh yang kurus ketika menatap bayangan diri yang memantul di kaca sebuah pertokoan..

apalagi yang nanti akan terungkap dari bayang-bayang..
Kenapa harus menunggu pantulan baru bisa sadar diri..

akh.. Ndu’..ndu’.. :D

**disaat waktu telah menjelang, sementara mata masih belum berkompromi untuk dipenjamkan.. , –yang pasti bukan karena banyak pikiran– :D

1 night @ SMS

Menatap sekelompok orang dari tempat duduk saya, di salah satu pojok kedai kopi modern di sudut sumarecon mall serpong, terasa ada yang beda. Disini suasana sepertinya tenang, jauh dari ekspresi ketegangan orang-orang yang belakangan ini saya jumpai. Hujan deras beberapa hari ini telah mengubah wajah kota ini, sekaligus ekspresi orang-orangnya. Ada nada kekawatiran tergurat di wajah banyak orang akan datangnya bencana tahunan, banjir. Melewati kali-kali dalam perjalanan pulang dari kantor menyiratkan hal itu, ketinggian air di kali-kali tersbut memang telah di ambang batas mengkawatirkan. Hujan deras beberapa jam saja akan mengubah wajah bantaran, daerah di sekitar kali menjadi bagian dari kali yang mengebar. Tak terbayang berada di seputar bantaran, dan merasakan kecemasan itu setiap tahunnya ketika hujan menunjukkan musimnya. Tapi memang mereka tidak mempunyai pulihan, itu mungkin tempat tinggal mereka satu-satunya, ga ada lagi tempat lain untuk tempat apa yang dibilang sebagai rumah bagi mereka hanya itu. Home sweet home menjadi home wet home..

..dan orang-orang yang berlalu lalang di salasar mall itu..
Sungguh terasa beda. Hidup mereka benar-benar nyaman, tidak ada kecemasan dan beban hidup yang tergambar diwajahnya. Semua santai, kehidupan seperti melambat disana. Mereka menikmati detik-demi detik waktunya.
Tepat dua hari berturut-turut saya duduk, pindah dari satu pojok kedai kopi ke pojok kedai kopi dengan brand yang berbeda. Tapi pemandangan yang sama saya amati. Sekelempok orang, seperti sebuah keluarga besar, dari nenek-kakek, orang tua, anak dan menantu serta cicit mereka semua berkumpul membentuk kelompok besar, menikmati malam dengan diiringi musik country. Seorang tua ‘boleh dibilang-kakek-kakek’ terlihat asik berdansa ala cowboy, didepan panggung, sendiri.. Dengan gayanya sendiri, sementara beberap gadis berpakaian ala cowboy meski tanpa topi lebarnya berpasang-pasangan berjejer berdansa dibelakang kakek tadi. Sementar orang-orang duduk di teras dan kursi-kursi mengitari meja yang disusun rapi diseputar panggung.

Terasa ada pergeseran kultur, atau apakah ini kultur baru atau memang sayanya yang telat mengerti. Di keluarga entis tionghoa tersebut, kebiasaan duduk, ngobrol hingga tengah malam bersama keluarga seperti menjadi pemandangan yang lazim disini. Semua keluarga tumpah berkumpul dalam satu meja, mungkin beberapa blok dari rumah mewah mereka yang berjejer dikawasan tersebut, sambil bercerita santai, beberapa yang muda asik dengan blackberry dan orang tua duduk diam menatap hiburan. Beberap anak laki-laki asik mendengar ayah atau kakeknya, seperti sedang menerima ceramah, pelajaran hidup atau mungkin strategi bisnis.

Satu pola kekerabatan yang bagi sebagian orang luput, tapi dimata minimal dari sudut dimana saya duduk malam ini justru menjadi suatu pemandangan yang menarik..

gutnite..
Dah lama ga menyapa teman-teman semua, keterbatasan waktu dan akses internet telah menyebabkan pohon si hantu tarok jarang disiangi.. Tapi moga tetap jadi tempat berteduh teman-teman semua, moga tetap bisa membawa kesejukan, angin segar yang mengalir dari berbagai penjuru angin.. :D

hev nais slip every1 :D

5:50 AM

Menikmati buku Tan Malaka, dan dua lakon yang lain Goenawan Mohammad (GM)

Seperti yang lain-lain, ia bermula dari sebuah nol. Ia pernah tak ada. Kemudian seseorang mengambil pena dan kertas. Ada yang menulis. Ia lahir dari huruf, ia menyusun sebuah buku…

sementara mata tertuju mendengar sepotong dialog di pesawat pada film Love Affair antara Mike Gambril (Warren Beatty) dan Terry Mckay(Annette Bening) ;

Mike: Happy?
Terry: What?
Mike: What makes you happy?
Terry: You’re embarrassing me.
Mike: Is that an embarrassing question?

Terry:  What makes you happy?
Mike: Embarrassing you.
Terry: I’m happy when I don’t want to be anyplace but where I am. You happy now?

Mike: You know I’ve never been faithful to anyone in my life.
Mike: Is your father alive?
Terry: My father? No. Why?
Mike: What would he say to you about me?
Terry: He’d say, “You’re hung up on a guy…
Mike: …because you cruised around Bali Hai for days? Isn’t that nutty?”
Terry: It’s nutty to get hung up on a guy like that.
Mike: It is?
Terry: It’s crazy.

Mike: You don’t know if the guy likes kids.
Terry: See? The subject never even came up.

Mike: It should.
Terry: I mean, if you really want to…
Mike: Take a chance?
Terry: Take a chance on this guy.

Mike: Make him wait.
Terry: Make him get his life in order.
Mike: Even maybe go so far as to find his own job.
Terry: How long should I make him wait?
Mike: Three months?
Terry: Three months?
Mike: Three months.

Terry: If he’s worth it, he’ll be there.
Mike: Where will you be… …on May  th at  :   p. m.?

Terry: We’ll land in a few minutes.
Mike: Want to think it over?
Terry: Do you?
Mike: Absolutely not.

Terry: Top of the Empire State Building? It’s not the tallest building
anymore, but you can’t miss it.
Mike: May  th,  :   p. m.?
Terry: Nervous?
Mike: Oh, yeah.

Terry: Look… If one of us doesn’t show… …we won’t pester each other, okay?
Mike: No phone calls, no contact.
Terry: All or nothing.
Mike: We’ll never speak again.

Terry: All right. If you’re not there, I’ll understand.
Mike: If you’re not, I’ll understand.
Terry: I’ll be there.

Mike: Do you like kids?
Terry: Yeah.
dialog yang menarik..
Kembali sebuah Aria dalam naskah skript teater GM ;
tidak.
Pada mulanya bukanlah Kata
Oada mulanya bukanlah Makna
Telah kudengar pesan itu,
telah kutulis pesan itu:
Pada mulanya adalah laku
Auf einmal seh ich Rat
Und Schreibe getrost: Im anfang war die Tat!
dan dialog singkat di bandara cukup menggoda..;
Mike:  Terry!
Terry: What?
Mike: I like watching you move.
Terry: Good.
Terry: I like watching you move. You go first.
Mike: Okay


Beware

Satu kelemahan yang bikin bete kalau ngeblog lewat si hape butut ini **meski butut, banyak jasanya, menyimpan berjuta kenangan.. Andai dia bisa ngomong, mungkin udah seperti hijab yang disingkapkan, semuanya akan gamblang terlihat, akh ngomong apa siy :D **, ee yaa kelemahan apalagi kalau ga, ga bisa bikin link, soalnya ga bisa mark, trus klik Link seperti ketika nulis di PC. Keterbatasan itu jugalah yang membuat ga bisa bikin link ke posting BLI nya si Bubun.. **besok dey, kalau ada waktu di kantor coba di link kan..

Ngomong BLI si Bundo, dasar otak yang udah menua, butuh beberapa hari buat mengerti akan maksud dari contest yang diadakan si bundo, dan setelah di jejal kafein seperti malam ini otak baru bisa nangkap maksudnya. Kontes yang menantang para pengunjung ladang ilalang bundo untuk mengajukan satu judul yang nanti akan dipilih untuk dapat kehormatan menjadi judul salah satu posting bundo diantara tanggal 6-10 november, dalam rangka milad pertama si nakja, benar gitu kan bun..?

Sebagai orang yang ga begitu kreatif ditambah sedikit kenarsisan saya sebenarnya pengen mengajukan judul ‘.’ (titik), judul yang pernah menjadi judul salah satu posting disini. Sebuah posting tersingkat tapi boleh dibilang paling monumental, penuh makna **hah, tu kan keliatan narsisnya, dan suka asik dengan diri sendiri :) **. Bagaimana sebuah titik menyimpan berjuta makna, tapi untuk kasus nakja mungkin titik bisa diartikan sebagai pembatas antara yang sudah lewat dengan yang akan datang, bagai sebuah tulisan, titik adalah pembatas antara satu kalimat yang telah berlalu dengan kalimat yang akan meluncur dimasa masa mendatang. Sebuah titik bagi nakja bukan menjadi titik akhir, tapi adalah titik tolak untuk yang akan datang. Judul ‘.’ ini paling pantas ditempatkan pada posting persis di hari jadinya nakja yang pertama.

**hati-hati, sebuah kecurangan bisa bersembunyi dibalik sebuah posting, suatu bujukan terselubung untuk menarik agar judulnya di approve, beware..! :D

1000 km

1000 km.. Angka itu mungkin cukup menggambarkan kesibukan 1 minggu belakangan. 4 kali ngisi bensin dengan nominal 100 ribu. Tapi sungguh ga ada arti angka-angka itu jika dibanding semua rasa yang diaduk. Bagai ditengah badai, semuanya serba cepat berubah, kedatangan keluarga, rame-rame di rumah, kemeriahan pesta seperti ombak yang menggulung dan makin tinggi dan kemudian tiba-tiba terhempas ketika hanya 1 jam setelah pesta, mak tuo, istri paman yang sejak sehari sebelum pesta sakit, dan ternyata harus dirawat. Datang bersama keluarga dari bukittinggi untuk nikahan yang ternyata tidak pernah dihadiri :(

Persis satu minggu, badai itu mengguncang, bolak-balik bintaro-RS persahabatan rawamangun, dan kini badai itu telah reda. Saya kembali tertidur sendiri sambil mengetik di blog ini. Tapi badai itu bukannya tanpa menyisakan apapun, deburan ombak tadi kemudian menarik semua ke lautan, menyisakan saya sendiri di pantai. Semuanya harus pulang, mengantar mak tuo tercinta yang telah dibalut kafan dibalik keranda.

Begitulah, Dia punya cara sendiri, dan yang pasti semuanya adalah yang terbaik. Hanya dalam sebulan, 2 kerabat dekat yang sangat disayangi dipanggil menghadap, mengapit perhelatan, penyatuan 2 hati dan 2 keluarga dalam satu janji, ikatan yang insyaallah erat.

1 minggu.. 1000 km, hah..

Tulisan Sebelumnya »