Sicindai
menyingkap yang terlihat

Agt
20

Seorang teman menulis di status YM nya:

cuit..cuit.. bukunya sudah ada

Sepertinya si teman baru mesan buku dan skarang buku yang di pesan sudah diterima.

Ekspresi teman itu yang bikin iri, kok saya ga bisa memiliki ekspresi sebahagia itu ketika menerima sebuah buku. Kenapa diri ini makin jauh dari yang namanya baca buku. Apa gara-gara udah mual karena melimpahnya bacaan di internet sehingga buku tidak lagi menarik. Jangankan buku, majalah aja yang cuma sebulan sekali telah berbulan-bulan tidak tersentuh. Cuma baca sekilas, liat gambar dan udah, menumpuk di samping tempat tidur, dengan harapan bisa jadi bacaan sebelum tidur, walau tidak pernah kesampaian.

Masih di mejalah yang sama, tadi saya sempat baca sekilas tentang profile seorang petinggi Sony-Erricson Indonesia yang kemana-mana selalu baca buku. kalau dilihat, apa yang kurang dari seorang profesional seperti dia, akses informasi dan internet pasti bukan halangan, tapi tetap yang namanya hobi baca buku tidak pernah ditinggalkannya. Beberapa waktu yang lalu saya kembali memutar DVD film Family Stone yang diperankan Diane Keaton. Satu yang menarik bagi saya dari film itu bagaimana Diane Keaton dan suaminya selalu memegang buku diberbagai kesempatan. Bagaimana buku telah benar-benar menyatu dengan kehidupan orang-orang disana, seperti halnya kebiasaan minum susu. Tidak aneh jika tabloid Cek n Ricek baru menampilkan kisah 10 selebriti terkaya, dan ternyata ditempati oleh JK Rawling, bagaimana seorang bisa sekaya itu hanya dari hasil penjualan bukunya. Kebayang konsumsi buku di belahan bumi sana.

Satu yang jadi pertanyaan, kejenuhan ini apa memang karena males aja, atau memang otak saya yang kapasitasnya terbatas sehingga tidak dapat menampung informasi terlalu banyak. Akh, sepertinya harus minum susu yang bagus untuk kecerdasan, halah.

Agt
19

Semalam secara tidak sengaja ketika blog walking nyasar ke blog-nya mas Pipih Nugraha wartawan senior Kompas (kalau boleh disebut senior), karena dari tulisannya tahun 96 beliau telah meliput berbagai event besar. Saya sangat tertarik tentang cerita beliau ketika meliput Kampanye Golkar bersama Harmoko. Bagaimana si mas dimarah-marahi Harmoko karena tulisannya tentang ucapan Harmoko bahwa Golkar bisa menang 100%, yang ternyata menimbulkan menyebabkan si Bung Harhoko ‘di jewel’ oleh sang Babe (Soeharto, red), dan Harmoko bales ‘menjewel’ mas Pipih, bukan karena salah, karena terlalu jujur, hehehe benar-benar bernuansa orba banget. Dan yang bikin miris bagaimana wartawan laen saking menjilaknya justru ikut memanas-manasin Harmoko ketika memarahi si Mas. Belum lagi berita di esok harinya bagaimana Harmoko dengan lihai membelokkan ucapannya sendiri bahwa target itu disampaikan oleh massa kader Golkar, jadi bukan dari mulutnya sendiri.. huuuh, dasar..! :D . Silahkan baca sendiri, pokoknya lucu dan benar-benar bernuansa orde baru banget, sekedar mengingat pemberitaan di masa orba dulu. Makasih mas Pipih telah berbagi cerita.

Ingat pemilu jaman dulu, menang identik dengan Golkar. Ketika pemilu tahun 80-90 an saya masih ingat bagaimana di kelurahan tempat saya kecil dulu semuanya benar-benar kuning. Dari atas, sampai RT-RW kuning. Baju golkar kita punya seabrek, tiap 4 tahun dapet dalam jumlah banyak karena kebetulan paman ketua RW adalah kader utama, blum lagi orang tua yang pegawai negeri selalu  dibekali baju Golkar. Akibatnya kita punya banyak sekali baju yang kadang belum pernah dipake dan telah dapat lagi 4 tahun berikutnya, beberapa dijadihin kain pel, buat ngelap yang kadang dimarahi sang paman, ketua RW, katanya ‘ntar bermasalah’.. halah, benar-benar sakral :D

Belum lagi ketika dulu SMA, menjelang pemilu 1992, saya dan beberapa teman anak pegawai negeri beberapa kali dikumpulkan di kantor walikota untuk mendapat ‘pengarahan pemilu’, dan pulangnya dapat nasi kotak.. dan pasti sponsornya sang koneng..  Saya juga masih ingat dulu sempat ketemu Dien  Syamsuddin ketika beliau menjadi pejabat teras partai Golkar, halah ‘pejabat teras’ dah lama ga mendengar istilah tersebut.

Wes to.. siap-siap kerja, sebagai mantan kader Golkar harus bertanggung jawab, memikirkan masa depannya dan masa depan bangsanya… saya paling suka kata-kata itu dalam tulisan mas Pipih :D

Agt
17

Ceritanya sebenarnya berawal dari tulisan saya sebelumnya, dimana ketika tadi pagi nulis saya lagi dengerin lagunya Rieka Roeslan. Ujung-ujungnya akhirnya download satu album Mata Ketiga. Walau ga sebagus album Bercerita (mungkin karena saya blum denger serius..), tapi cukup untuk melengkapi koleksi lagunya. Dan barusan ketika dengar lagu Dua Jawaban di album Bercerita, ternyata hasil downloadnya terputus, akhirnya saya memutuskan searching lagi.

Naah disini awalnya..

ketika searching-searching di google, satu recommend si om Google adalah kolom review multiply nya pak BR. Setelah baca beberapa review music-nya pak BR, saya tertarik tentang albumnya Home - Dewa Budjana. Akhirnya pencarian berubah, dari Rieka Roeslan jadi Dewa Budjana, dan syukurnya ketemu multiply yang redirect ke rapidshare semua lagu dalam album tersebut. Akh, bajak2.. akhirnya ngambil. Ntar kalau puas beli versi aslinya deh (slalu dalam hati berniat seperti itu, walau cuma berhasil diwujudkan beberapa :D )

Satu yang saya suka dari multiply nya pak BR ini adalah saya seperti ketemu beliau yang dulu, yang banyak berbagi.. bukan mau menghakimi blog beliau yang sekarang, tapi di tulisan-tulisan yang rata-rata ditulis pada kurun waktu 2005-2007 ini lebih berisi, sangat berbagi. Banyak referensi-referensi bagus yang angat berguna… Dan sekarang, saya akhirnya terhenti ketika membaca review album Mata telinga & hati - The Groove. Akkh, ujung-ujungnya rapidshare lagi.. too bad Boy..!

Tapi emang begitulah internet, kita sering digiring ke hal-hal yang kadang tidak terencana sebelumnya, dan syukur-syukur semua itu menambah wawasan. Tapi efek buruknya yang pasti siy kalau melihat utilisasi, si IM2 udah kesedot lebih dari 100Meg gara-gara nyasar kesana-kemari :D

..di bar firefox sekarang menunjukkan 1 minute remaining dalam proses download album the Groove. Abis itu berenti..

Agt
17

Alhamdulillah..

Usia yang baru ini dimulai dengan shalat tahajud..

Dalam shalat, beberapa kenangan sedih dan gembira terlintas..

Yaa, usia yang kemaren dilewati sangat..sangat berkesan. Moment sedih..bahagia..sedih..dan kemaren ditutup dengan bahagia.. akhirnya semuanya berakhir dengan kata alhamdulillah, tiada ucapan terindah kecuali ungkapan rasa syukur atas semua yang dilalui. Dan hanya itu yang tetap ingin dijaga dalam diri ini, semoga tetap menjadi hamba yang selalu bersyukur.

Happy birthday to me…

Jika diberi kesempatan untuk merangkul usia lebih lama, semoga semuanya dapat dijadikan masa untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya, membahagiakan mereka yang dicinta, dan memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitarnya.

Terakhir, terima kasih buat semua yang telah memberi makna dalam hidup ini, mereka yang memberi nuansa, memainkan kuasnya dalam kanvas hidup ini. Goresan kenangan indah, sedih dan bahagia menghasilkan lukisan kehidupan yang lebih berwarna.

..dikepala terngiang lagunya Rieka Roeslan - terima kasih Tuhan untuk Cinta..

,..

terima kasih Tuhan,

tlah kau berikan cinta didalam hati manusia

hingga kita dapat meredam emosi dijiwa

senantiasa damai dalam jiwa

terima kasih Tuhan,

tlah kau berikan cinta didalam hati manusia

hingga kita masih berharap ada bahagia

pagi yang indah masih kurasakan..

..

Walau ga begitu nyambung dengan tulisan diatas, tapi lagu-lagu Rieka Roeslan selalu indah untuk menemani moment-moment seperti ini.. :D

Agt
13

Banyak cerita menarik ketika tadi ketemu dengan my LJ, mungkin karena ‘udah lama ga ketemu’ sehingga banyak hal yang di obrolin. Kalimat ‘udah lama ga ketemu’ pantas diberi tanda petik, karena itu adalah ekspresi yang berifat relatif, kalau kita mengacu ke teori relativitas, kata ‘lama’ nya itu sangat relatif tergantung sudut pandang yang melihat

When you sit with a nice girl for two hours, it seems like two minutes. When you sit on a hot stove for two minutes, it seems like two hours that’s relativity.

begitu kata Einstein..

Stop ngomongin teori relativitas.

Beberapa cerita yang menarik adalah tentang kisah pencuri bendera tetangganya my LJ, akh biar beliau yang bercerita, ga enak mencuri ide blognya :D . Yang menarik lagi adalah tentang cleaning service yang ketemu ketika tadi lagi di rest room. Menarik, karena tiap saya ke rest room (seperti tadi sempat 2 kali ke rest room yang sama), si CS tersebut selalu ketemu dalam keadaan lagi sibuk bersih-bersih. Terakhir saya ketemu dia lagi ngegosok closet dengan bahan pembersih keramik, padahal itu keramik udah sangat bersih, tapi tetap di gosok. Segitunya kah instruksi dari atasannya bahwa mereka tidak diperbolehkan diam dan istirahat barang sebentar. Saya terharu dan salut buat keteguhan hati dan kesabaran mereka.

Naah, cerita terakhir yang juga menarik adalah ketika tadi kita berada di parkiran basement PIM. Memang udah bawaannya My LJ, selalu ada aja pikiran aneh atau ide kreatif yang melayang di otaknya. Tadi tiba-tiba dirinya berucap, ‘bagaimana seandainya kalau sekarang kita berada disurga dimana didepan kita terbentang berbagai pilihan arah. Belok ke kiri ada kolam susu, lurus ke … (saya lupa dirinya bilang apa), dan ke kanan ada jalan menuju neraka…’ my girl-my girl… ada-ada saja :)

Tapi dari sana terbesit suatu ide yang ingin saya tulis disini.. yaitu tentang fenomena kenapa surga itu selalu di asosiasikan sebagai padang rumput yang hijau dengan sungai dan kolam susunya, dimana terdapat banyak wanita-wanita cantik dan suci didalamnya. Pertanyaannya kenapa cuma wanita cantik, apakah surga hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki…? Bagaimana dengan wanita-wanita shaleh..?

Semua perumpamaan itu setau saya bersumber dari Al-Qur’an, padang rumput, sungai dan kolam susu, termasuk juga wanita-wanita cantik dan tidak mungkin Allah salah dalam redaksional kandungan Al-Qur’an. Banyak rahasia disitu, apakah semua itu karena didasari budaya Arab waktu itu, sehingga Allah swt menyesuaikan dengan kultur mereka disana, juga termasuk masa (waktu). Ga mungkin iPhone, laptop, internet masuk dalam redaksional Al-Qur’an sebagai penggambaran indahnya surga :) . Kita mungkin bisa menyimpulkan itu berupa kiasan, tidak dalam makna sebenarnya, karena kalau dalam makna harfiah berarti surga hanya milik laki-laki. Sebagian kaum feminisme menentang bahwa kandungan seperti suka ditafsirkan untuk pembenaran dominasi laki-laki atas wanita.

Terlepas dari semua itu, menurut saya semuanya adalah rahasia-Nya, kita hanya bisa memaksimalkan kesempatan hidup di dunia, sementara semua rahasia setelah itu baik di alam kubur, hari kebangkitan, padang mashar serta surga dan neraka, hanya Dia yang maha tahu, wallu’alam. Mungkin ada yang punya pendapat lain tentang kenapa Allah swt menyebutkan hal-hal seperti itu dalam kitab suci-Nya.. ?

Agt
05

Slalu ada yang menarik ketika membaca tulisan mbak Pratanti, salah satunya tulisan berjudul Stress pada anak, yaitu fakta bahwa wanita lebih mampu mengelola stressnya dibandingkan laki-laki. Masih dari tulisan tersebut disebutkan bahwa kecendrungan wanita suka curhat akan masalah yang dihadapi serta menangis merupakan tindakan yang ideal untuk menurunkan kadar stress. Berbeda dengan laki-laki yang mengharamkan atau paling tidak menghindari kedua tindakan tersebut karena dianggap cengeng dan jauh dari kelaki-lakiannya, menyebabkan tingkat stressnya lebih tinggi dari wanita. Walau demikian, tanpa bermaksud membandingkan wanita dengan pria, justru itu membuktikan pria lebih  kuat dalam menerima suatu tekanan dibanding wanita, mereka (kita :) ) lebih bisa mengatasi banyak persoalan sendiri tanpa perlu berbagi dengan yang lain. Kita cuma butuh sedikit ruang untuk bisa berpikir dengan tenang, dan itu juga mungkin yang menyebabkan pria lebih punya banyak hobby dan suka main atau paling tidak ngumpul dengan teman-teman. Mungkin itu bentuk pelarian (tapi hobi yang positif), atau paling tidak membuat pikiran mereka jadi lebih jernih sehingga dapat menyelesaikan problem dengan lebih baik. Sementara bagi wanita, ketika menghadapi suatu persoalan, yang mereka butuhkan adalah teman berbagi, lebih private, sangat berbeda dengan cara pria diatas yang cendrung memilih rame-rame hang out dengan teman-teman atau teman-teman sehobi.

Selain itu, dari fakta tersebut juga saya dapat mengerti kenapa wanita lebih banyak bahan obrolan dibanding para pria, dan itu juga yang menyebabkan seorang pria dianggap ke cewe-cewe-an jika terlalu banyak omong. Satu yang jadi pertanyaan, cewe yang cerewet plus galak apakah tingkat stress mereka lebih rendah dari mereka yang tidak cerewet, itu ekspresi tekanan yang mereka rasakan, apa watak.. ? Kadang saya suka mikir, apa ga cape ngomel terus…  tapi setelah baca tulisan diatas, saya jadi bias, jangan-jangan justru mereka lebih stress kalau diam dibanding kalau mereka mgomel.. ga tau deh, mungkin ada yang bisa ngasih pendapat..? :)

hmm, dah akh..cukup buat obrolan pagi ini, siap-siap buat ke dokter.. lagi atit ata :D